[Resensi Buku] Muda Karya Raya : Hanya 7 Detik Menjadi Pemuda Kaya Penuh Karya

buku-muda-karya-raya

bukusetiafurqonkholid.blogspot.com

Judul : Muda Karya Raya

Penulis : Setia Furqon Kholid

Penerbit : Rumah Karya Publishing

Tahun Terbit : Cetakan ke-3, 2015

Jumlah Halaman : 208 hlm.

7 Alasan Mengapa Harus Membeli Buku Ini

  1. Buku motivasi pertama yang berorientasi pada aksi nyata, dilengkapi dengan langkah-langkah praktis untuk menjalankannya.
  2. Mengungkap rahasia-rahasia sukses:
  • Mengatasi kegalauan dan kemalasan dalam diri
  • Menjadi pribadi bahagia bebas dari hutang
  • Menjadi pribadi menyenangkan, sukses bergaul dimanapun dan kapanpun
  • Manguasai kunci sukses sebagai seorang pengusaha
  • Jalan-jalan mudah, murah dan berkah
  • Menjemput jodoh terbaik dengan mudah
  • Mendapatkan rumah dan mobil serta keinginan apapun semuda mungkin
  • Menjadi pembicara nasional 10 tahun lebih cepat
  • Menjadi penulis Best-Seller di usia yang masih sangat muda
  • Menghajikan kedua orangtua tanpa harus menunggu tua
  • Mempercepat sukses semuda mungkin dengan pendekatan Islami
  1. Membongkar ‘RAHASIA SUKSES’ Setia Furqon Kholid :
  • Sebagai Motivator Termuda dan Penulis Best-Seller
  • Sebagai Entrepreneur Muda
  • Sukses akademis dan mendapatkan beasiswa
  • Mendapatkan mobil, rumah dan membuka tabungan haji sebelum menikah
  • Menikah di usia muda
  1. Bonus SMS Motivasi
  2. Bonus Audio Motivasi dan tambahan (Persediaan Terbatas) :
  • Lagu Motivasi
  • Poster Motivasi
  • Kalender Motivasi
  • Stiker Motivasi
  1. Konsultasi gratis selama 3 jam dan peluang kemitraan dari Setia Furqon Kholid

100% uang kembali, jika tidak bermanfaat


Di atas merupakan narasi yang tertera di cover belakang buku. Adapun beberapa hal yang menarik perhatian saya, yaitu :

  • Sebagai Motivator Termuda dan Penulis Best-Seller
  • Sebagai Entrepreneur Muda
  • Sukses akademis dan mendapatkan beasiswa
  • Mendapatkan mobil, rumah dan membuka tabungan haji sebelum menikah

Siapa yang tidak mau memperoleh hal di atas, hayo? Kalau saya sih mau. :mrgreen:

Terima kasih kepada Kak Izhan dari FLP Turki atas giveaway yang diselenggarakan sehingga saya bisa memiliki buku ini.

Yang belum membaca, jangan khawatir karena kita akan membahasnya. Namun sebelum mulai membahas buku, saya ingin membahas penulisnya dulu. Mengapa? Supaya isi bukunya didengar dan meresap, kita harus tahu latar belakang penulisnya. Apakah penulisnya cukup berpengalaman sehingga ilmu suksesnya dapat kita contoh dan terapkan?

Setia Furqon Kholid lahir pada tanggal 30 Maret 1988 di Pandeglang, Banten. Berkarir di usia yang masih sangat muda (18 tahun) sebagai seorang penulis, motivator dan entrepeneur muda (Owner Setiacorp yang menaungi Setia Training Center, Seti@net, Rumah Karya Publishing, Setia Tours and Travel, Setia Property, dll).

Prestasi lengkapnya ada di halaman profil penulis yak! Dijamin mupeng ingin mengikuti jejak kesuksesannya.

Allah berfirman, “Aku mencintai orang fakir yang rendah hati, sedangkan Aku sangat mencintai orang kaya yang rendah hati, karena ia punya alasan untuk berlaku sombong sedangkan ia tetap rendah hati. Aku mencintai orang kaya yang dermawan, sedangkan Aku lebih mencintai orang miskin yang dermawan. Aku mencintai orang yang sudah tua tapi taat, sedangkan Aku lebih mencintai orang muda yang taat.” (Hadits Qudsi dalam Tafsir al-Sya’rowi). – Hlm. 7

Sebelum memulai, kita disarankan untuk mengubah paradigma terlebih dahulu. Dari yang mulanya ‘tidak mungkin’ menjadi ‘pasti bisa’. Mungkin banyak sebagian dari kita yang lebih memilih untuk menghabiskan masa mudanya dengan bersenang-senang lantaran menganggap itu salah satu jalan mencari jati diri. Ada juga yang sudah terlanjur pesimis terhadap masa depannya karena terlahir dari keluarga tidak kaya. Apakah ‘mana mungkin bisa, orangtua saya tidak sekaya orangtua mereka yang bisa memberikan modal usaha ataupun menyekolahkan tinggi’ pernah terlintas di pikiran kamu? Tidak ada yang tidak mungkin selama mau ikhtiar dan tawakal kok.

Untuk sukses di usia semuda mungkin, kita harus melihat kebiasaan kita karena apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Hidup kita saat ini merupakan hasil dari tindakan kita di masa lampau. Nah, masih ingat siklus kebiasaan kan?

Pikiran berubah jadi perkataan,

Perkataan berubah jadi perbuatan,

Perbuatan berulang-ulang jadi kebiasaan,

Kebiasaan yang menahun akhirnya menjadi karakter,

Karakter itulah yang menentukan nasibmu. (hlm. 16)

Setelah mengubah paradigma, yang perlu kita lakukan adalah membebaskan dunia kita dengan memperhatikan kebiasaan, be high quality jomblo, lunasi hutang dan tepati janji, prioritaskan yang wajib, serta minta maaf kepada sesama.

Kenapa harus jadi high quality jomblo? Pacaran dan teman tapi mesra merupakan dua hal yang mendekati zina.  Itulah yang membuat kunci rizki patah. Lebih baik menjadi pemuda sholeh/sholehah penuh prestasi yang diperebutkan banyak calon mertua. Jodoh insya Allah datang dengan sendirinya. Jangan terlalu khawatir!

Orang yang tidak melunasi hutangnya dan lari dari janji, tentu tidak akan dipercaya orang lain. Bagaimana bisa membangun mitra bisnis dan relasi kalau kata-kata dan tindakannya tidak bisa dipegang?

Setelah kita mengubah paradigma dan membebaskan diri dari maksiat, saatnya kita mulai dengan niat, tekad dan passion.

Allah lebih menyukai amal yang walaupun sedikit tapi terus menerus dilakukan. Hlm. 31

Ada sebagian dari kita yang menyepelekan niat dalam mengerjakan sesuatu. Padahal pesan Nabi, “Segala amal itu bergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya.” Hlm. 32

Ada teman saya yang cerita bahwa dia ingin kuliah di Korea supaya ketemu Oppa Korea. Hasilnya, dia ditolak beasiswa. Namun ketika dia ingin serius cari ilmu di Turki, dia diterima. Makanya itu, guys, luruskan niat dulu sebelum memulai sesuatu. Misal pengin dapat uang banyak buat hajikan orangtua, membangun sekolah dls, bukannya ingin mengalahkan saingan ataupun balas dendam.

Napoleon Hill mengingatkan, “Dunia ini memiliki kebiasaan memberi ruang bagi orang yang ucapan dan tindakannya menunjuk bahwa ia mengetahui tujuannya.” Hlm. 33

Setelah niat, bangun tekad dan lakukan sesuai passion. Jadinya fokus. Misal ingin mememotivasi sesama dan hobinya bicara, mungkin bisa mengembangkan kemampuan public speaking supaya kemudian jadi motivator seperti penulis buku Muda Karya Raya ini, misal.

Mengisi amunisinya udah nih. Langsung deh nikmati hari dengan komunikasi, jalan-jalan, berkarya, menemukan mentor dan membangun jaringan.

Kemampuan komunikasi itu penting, apapun bidang kita. Misal jadi pengajar kalau ngejelasinnya nggak seru, muridnya bakal tidur semua atau malas. Jadi pedagang apalagi, komunikasi yang tidak bagus mampu membuatnya kehilangan pelanggan. Sama halnya dengan komunikasi, jalan-jalan juga tidak kalah penting karena selain dapat jaringan/koneksi baru dan menjalin silaturahmi, bisa juga numpang berdoa. Selagi ada di perjalanan.

Berkarya juga penting karena tanpa karya, bagaimana kita bisa berkontribusi bagi masyarakat? Mau sukses, pasti ada karya yang dihasilkan. Bill Gates dengan Microsoft-nya, Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya hingga Einstein dengan Teori Relativitasnya. Karya kan bisa dalam bentuk apapun.

Untuk jadi ahli, tentu saja kita membutuhkan mentor. Salah satu cara memperoleh mentor, tentu saja dengan sekolah, kursus, datang ke seminar dls. Tanpa adanya mentor, dari siapa kita belajar dan mengambil ilmu?

Berikutnya, penulis membahas mengenai bagaimana memulai bisnis, bermental orang kaya, rambu dalam berbisnis sampai ke pemanfaatan otak kanan dan otak kiri. Yang menarik adalah bermental orang kaya. Yah, setidaknya walaupun belum kaya sungguhan, mentalnya sudah kaya duluan.

Kaya = sedekah+investasi+tabungan+konsumsi (hlm. 106)

Miskin = konsumsi+tabungan (hlm. 107)

Cukup simpel kan? Lebih lengkapnya, silahkan baca buku ini :mrgreen:

Di atas segalanya, salah satu hal yang tidak kalah penting adalah untuk meraih Ridho-Nya untuk kesuksesan kita. Boleh dengan berdoa, dhuha, tahajud, sholat tepat waktu, sedekah, dan lain sebagainya.


Selain menjelaskan cara-cara untuk muda karya raya, Setia Furqon Kholid juga membeberkan secara gamblang rahasia kesuksesan beliau. Rahasia berhaji dengan kedua orang tua, membuka usaha, mempunyai mobil, mendapatkan rumah sebelum menikah, sukses menikah muda, sukses dalam akademis dan prestasi, serta sukses menjadi motivator nasional.

Yang akan saya bahas sebagai penutup adalah rahasia mempunyai mobil karena cukup berkesan. Di buku ini tertulis, “Sejak awal masuk kuliah saya sudah daftar kursus mobil… saya memberanikan diri membuat SIM A, padahal saat itu jangankan punya mobil, lancar saja masih harus dilatih…. tepat 4 tahun setelah saya memiliki SIM A itu, akhirnya di tahun 2010 Allah memberikan hadiah mobil Toyota Avanza baru.”- Hlm. 174

Ini mengingatkan saya akan tulisan berjudul Passport oleh Bapak Rhenald Kasali. Silahkan di googlesearch. Kalau penulis buku Muda Karya Raya memilih punya SIM A dulu sebelum punya mobil, Bapak Rhenald juga menyarankan mahasiswa/i-nya untuk punya passport dulu meski belum tahu mau pergi kemana dan ngapain. Istilah kerennya, impian itu emang butuh dipancing ya hehe. Entah mau mobil, atau kesempatan jalan-jalan ke luar negeri termasuk sekolah dengan beasiswa. Jadi rahasianya adalah dari angan, ditulis di lembaran kertas cita-cita, diresapi, berdoa, niat mulia, lalu mulai berusaha dan meminta doa orang tua. Mantap!

Akhir kata, buku ini cocok bagi yang ingin sukses di usia semuda mungkin. Perlu diingat bahwa keinginan hanya akan menjadi keinginan jika tidak ada usaha dalam mewujudkannya. Semangat berkarya!

Iklan

6 thoughts on “[Resensi Buku] Muda Karya Raya : Hanya 7 Detik Menjadi Pemuda Kaya Penuh Karya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s