Mitos Tentang Mahasiswa Erasmus

Sebelum berangkat Erasmus – program pertukaran mahasiswa/i ke Eropa, saya sering dicekoki mitos-mitos. Katanya, mahasiswa/i Erasmus begini, begitu. Berdasarkan pengalaman saya, mitos-mitos tersebut tidak sepenuhnya benar. Namanya juga mitos.

Diberikan Hak Istimewa oleh Dosen

Katanya, mahasiswa/i Erasmus akan diberi kemudahan oleh dosen. Jadi, jika kamu ingin bersenang-senang dalam satu atau atau dua semester, ikut Erasmus aja!

classroom

Metropolitan University Prague

Kenyataannya, kamu akan diperlakukan sama dengan mahasiswa/i non-Erasmus a.k.a mahasiswa/i lokal. Tidak ada bedanya. Kalau ada tugas, kamu pun akan diberi tugas. Kalau ada kuis atau ujian, kamu juga ikut. Kalau kamu nggak belajar, nggak lulus ujian ya nggak lulus. Begitu juga ketika kamu bolos, konsekuensinya sama dengan yang didapat mahasiswa/i lokal.

Duitnya Banyak

Katanya, mahasiswa/i Erasmus itu duitnya banyak. Kerjaannya jalan-jalan mulu, nggak pernah belajar. Baca lebih lanjut

Iklan

Traveling: Sendiri Atau Rame-Rame?

122

Eiffel Tower, Paris (Dokumen Pribadi)

Saya sudah sering kali traveling rame-rame. Tapi, baru pertama kali solo traveling antar-negara kemarin. Rasanya? Hm, seru banget! Apa sih bedanya traveling sendiri dan rame-rame?

Research Tempat Wisata

Kalau kita traveling sendiri, wajib hukumnya untuk melakukan research sendiri mengenai setiap tempat yang akan kita jelajahi. Mulai dari latar belakang tempat tersebut, ada apa aja di sana dan alat transportasi apa yang dapat kita gunakan untuk menjangkaunya. Hal ini akan memakan banyak waktu. Sedangkan ketika kita traveling rame-rame, kita bisa membangun diskusi dan menggabungkan ide bersama. Pasti akan terasa lebih ringan. Ide satu kepala dengan ide lima kepala, tentu saja berbeda.

Biaya

Biasanya, Baca lebih lanjut

[Resensi Buku] The Street Lawyer

Paperback Swap

Judul Buku : The Street Lawyer

Penulis : John Grisham

Penerbit : Arrow Books

Tahun : 1998

Jumlah Halaman : 358 hlm.

Michael was in a hurry. He was scrambling up the ladder at Drake & Sweeney, a giant Washington law firm. The money was good and getting better and a partnership was three years away. He was a rising star, with no time to waste, no time to stop, no time to toss a few coins into the cups of panhandlers, no time fora conscience.

But a violent encounter with a homeless man stopped him cold. Michael survived, his assailant did not. Who was this homeless man? Michael did some digging and found a dirty secret and the secret involved Drake & Sweeney.

Soon Michael was in the secret, a thief, on the run from the very dreams he once valued above everything else.


“No one does it better than Grisham. This latest novel is as unputdownable as ever.”

Charles Spencer, Sunday Telegraph

“Fluent and fascinating. Few writers have so much to say, the skills to make reading what they say it to an audience of millions.”

Mat Coward, Independent

“The Street Lawyer opens with the best scene Grisham has ever put on paper.”

John Sutherland, Sunday Times

“Compelling … Grisham is more adept at getting the reader to turn the page than almost any writer working today.”

John Diamond, Daily Mail


Jadi, hari Minggu kemarin saya solo-backpacking ke Paris dan sengaja mampir ke Shakespeare and Company bookstore di dekat katedral Notre-Dame. Keren banget tempatnya. Sayang, saya nggak sempat foto dalamnya karena terlalu penuh pengunjung. Akhirnya foto depannya aja deh! Di sini saya nggak sengaja nemu buku The Street Lawyer karya John Grisham.

DSCN1096

dokumen pribadi

Sebetulnya, udah tahu John Grisham sejak SMA. Saudara saya yang berprofesi sebagai pengacara memberikan ebooks John Grisham karena waktu itu saya sempat tertarik untuk kuliah Hukum. Tapi, saya kurang suka ebooks. Akhirnya, cuma kelarin beberapa halaman buku A Time to Kill deh.

Karena kebetulan kemarin ketemu karya John Grisham, harga murah dan dari Shakespeare and Company bookstore Paris, saya pun tanpa ragu membelinya. Apalagi setelah membaca halaman depan. Ini adalah salah satu buku yang saya beli tanpa mempertimbangkan cover dan sinopsis. Jarang-jarang lho.

Novel ini menceritakan tentang kehidupan Michael Brock, seorang pengacara dengan gaji fantastis di perusahan hukum besar di Washington D.C. bernama Drake & Sweeney.

Suatu hari, ia berada dalam satu lift dengan seorang yang – ia duga tunawisma berdasarkan penampilan dan baunya – bernama DeVon Hardy.

Sejak saat itu, kehidupan Michael Brock tidak sama lagi.

Ketika Michael hendak masuk ke ruangannya, terjadilah tembakan yang ternyata dilakukan oleh DeVon Hardy. Ia lalu menyandera 9 pengacara termasuk Michael di sebuah ruang konferens di kantornya sendiri.

Hardy tidak membunuh siapapun. Ia hanya … anggaplah cuma sekadar memberikan ceramah atas betapa rakusnya orang-orang kaya dan memberi gertakan. Tunawisma atau homeless tidak punya tempat tinggal. Kadang tinggal di bangku taman, kolong jembatan, mobil, bangunan liar; bertarung dengan musim panas ataupun dingin, serta kerasnya hidup di jalanan. Sedangkan orang kaya, bahkan menghabisnya banyak uang yang tidak perlu untuk membeli/menikmati sesuatu bukan atas hal kebutuhan, namun demi prestis semata. Baca lebih lanjut