Terjebak di Kota Roma

DSCN1904.JPG

Stasiun Tiburtina (dokprib)

Beberapa hari yang lalu, saya melakukan trip ke Roma dari Venesia. Sekitar jam 8 pagi, saya sudah sampai di Stasiun Tiburtina. Yang pertama kali saya lakukan adalah mencari toilet untuk cuci muka dan segala-gala. Ajaibnya, saya nggak menemukan toilet sama sekali di situ. Penunjuk arahnya juga membingungkan. Semua serba dalam bahasa Italia. Untung saja banyak petugas yang baik membantu meskipun mereka tidak begitu bisa bahasa Inggris.

! Bahkan di beberapa tempat wisata di Italia, keterangan hanya tersedia dalam bahasa Italia saja. Padahal kita tahu, wisatawan asing di Italia itu tidak sedikit. Untung, petugas Italia-nya baik-baik.

Saya mencoba berkeliling stasiun. Ada pasar kecil di depan situ. Tapi pedagangnya bukan orang Italia. Seperti orang India. Beruntung, saya akhirnya menemukan gedung untuk metro dan train antar kota Italia. Langsung saja saya kesitu. Syukur deh nemu Baca lebih lanjut

Iklan

Membandingkan Diri dengan Orang Lain

i love myself

dreamerstime.com

Sikap membandingkan diri dengan orang lain, rasanya tidak akan bisa lepas dari hidup kita. Setiap waktu, setiap saat, manusia membutuhkan perbandingkan untuk menilai sesuatu; termasuk dirinya sendiri. Ibaratnya ketika kita membeli barang, pasti akan melakukan perbandingan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian.

Bagi saya, kesuksesan dapat dilihat dari seberapa bermanfaatnya diri bagi orang lain.  Ini semacam pembuktian bahwa kehadiran kita itu penting. Kalau ada tidaknya orang, tidak memberikan perbedaan, artinya tidak berguna dong dalam konteks tertentu itu.

Saya termasuk orang yang cukup sering membandingkan diri dengan patokan usia. Jika saya melihat orang yang cukup sukses di usia saya atau bahkan lebih muda, saya suka sedih ketika berkaca pada diri sendiri. Sayangnya, itu sering saya lakukan. Padahal, membandingkan diri dengan orang lain itu bagusnya supaya kita termotivasi untuk lebih maju. Bukannya merasa kurang percaya diri dan tertekan. Padahal nih ya, yang dilalui setiap orang itu tidak sama. Ini bukan berarti bahwa kita perlu membandingkan diri siapa yang paling menderita hidupnya, terus merasa bahwa diri sendiri menderitanya kebangetan tapi nggak sukses-sukses. Enggak ya… Kamu nggak akan bisa sepenuhnya memahami apa yang sudah dilalui orang lain sebelum kamu jadi diri orang lain tersebut! Sekedar dengar cerita, apalagi. Nggak akan bisa.

Jangan juga membandingkan bahwa orang tertentu itu sangat beruntung, sedangkan kamu dipenuhi kesialan. Baca lebih lanjut