Caraku Menikmati Musim Panas Turki

Hari ini, salah satu room mate saya akan pulang kampung. Dia telah menyelesaikan kegiatan magangnya. Sebagai perpisahan, saya dan tiga room mate saya pergi sarapan bersama.

IMG-20170730-WA0006

sarapan ala Turki (doc prib)

Selepas menikmati sarapan, saya duduk termenung. Banyak hal yang saya pelajari musim panas ini; bahwasanya seseorang memang terkadang harus menutup bukunya dan pergi keluar untuk berbaur. Saya memang bukan kutu buku banget. Tapi bisalah terhitung sebagai seseorang yang sangat menikmati buku dalam kesendirian. Dulunya, membaca biografi, novel, cerpen, dan berita, sudah membuat saya cukup puas.

Setelah mengikuti program pertukaran mahasiswa Erasmus semester lalu, orang bilang saya banyak berubah. Mungkin memang benar. Setelah melakukan solo traveling, saya merasa bahwa seseorang memang sangat perlu berbaur dan menuliskan kisahnya sendiri. Oh, saya tidak bilang bahwa seorang kutu buku itu tidak punya cerita. Tentu saja mereka punya. Ilmu eksak dan nurani yang didapat dari buku mungkin cukup membantu. Tapi terkadang, melihat birunya langit yang seirama dengan lautan, mendengar nyanyian syahdu burung-burung bersarang di sesemak dan pohon, ataupun sekedar menyentuh panasnya bulan Juli di Turki itu perlu. Sesekali, indera yang lain juga perlu penyegaran.

Kembali ke beberapa minggu lalu, saya cukup stres.

  • Charger laptop rusak,
  • perpustakaan kampus hanya buka sepanjang weekday sampai jam 5 sore saja,
  • kekurangan buku bacaan,
  • Izmir panasnya bukan main,
  • mahasiswa/i Indonesia di Izmir pada pulang kampung,
  • semangat ibadah saya turun,
  • dan saya gagal pulang ke Indonesia musim panas ini.

Jika menghitung kesialan, semakin tidak bersyukur jadinya. Bukannya membaik, rohani saya makin buruk. Apalagi, bukannya memperbanyak dzikir, saya justru update status galau di whatsapp dan instagram.

Alhamdulillah, Allah kasih saya obat hati. Saya menemukan channel youtube Practical Islam yang keren banget. Saya saranin teman-teman untuk cek channel-nya juga.

Untuk mengatasi kebosanan, saya membuat channel youtube. Sejauh ini, sudah ada tiga video yang saya bagikan di sana.

Ringkasan perjalanan pertukaran mahasiwa saya di Praha, Republik Ceko kemarin.

Jalan-jalan di sekitar kampus + makan lahmacun.

Pendapat orang asing tentang bahasa Turki.

Jangan lupa ditonton, like, comment and subscribe ya hehe

Di samping membuat video, saya menyibukkan diri dengan jalan-jalan juga. Hasilnya, saya memperoleh banyak kenalan dan teman. Yang terpenting, saya dapat kenikmatan rohani berbaur dengan alam sekaligus kisah-kisah seru yang tak terduga.

Saya berkenalan dengan orang Turki penyuka film Indonesia di halte bus – ternyata kita seasrama dan berteman baik hingga kini!

Saya berkenalan dengan Muslimah dalam event bela Masjid Al-Aqsa di Konak; seorang Muslimah yang halus tutur katanya dan membimbing dalam kebaikan tanpa menghakimi.

Saya berkenalan dengan beberapa Muslimah yang salah satunya ternyata adalah teman kakak senior saya – betapa kecilnya dunia!

Saya meet up dengan dua teman yang sebelumnya hanya saya kenal di dunia maya; dan kisah mereka luar biasa!

Saya bertemu dengan orang Turki yang lebih bangga menyebut dirinya sebagai cowok Sunda; cerita travelingnya cukup menarik! – temen si Billy sih ini.

Saya menjadi dekat dengan beberapa teman lama; cerita mereka nggak kalah seru! Salah satu teman saya bahkan berhasil membuat saya terpingkal-pingkal berhari-hari gegara daya tarik yang dimilikinya terhadap orang berduit. Well, dia ‘didekati’ aktor pemain drama Turki “Kara Para Ask” di bandara! Dia berkenalan dengan cowok Turki yang mengajaknya jalan-jalan dengan mobil Audi. Dia juga diundang makan di rumah konglomerat Turki, hingga dikejar-kejar lelaki Turki sampai dia kehabisan akal untuk menghindar. Hahaha. Sepertinya saya akan menuliskan kisahnya secara spesial nantinya.

Dan… teman Erasmus saya dari Bosnia bakal ngunjungin saya di Izmir minggu depan! ❤

Nggak nyangka aja. Bulan Juli yang hanya berisikan 31 hari ini, mampu terasa lebih spesial dengan kehadiran orang-orang yang kisahnya seru itu. Saya merasa seperti sedang membaca buku. Eng… enggak juga sih. Tapi masuk ke suatu hal yang patut disyukuri. Keseimbangan antara kehidupan sosial dan me time memang diperlukan.

 

Iklan

14 thoughts on “Caraku Menikmati Musim Panas Turki

  1. Kisah kita hampir sama. Di bulan juli ini aku juga mengalami apa yg km alami. Orang yang biasanya fine dengan kesendirian baca buku, kemudian tersentuh dengan kehidupan sosial. Ternyata kehidupan sosial itu boleh juga dan seperti yang km bilang memang perlu adanya keseimbangan antara kehidupan sosial dan me time.

    Suka

  2. Hai, maaf jika kali ini mungkin sedikit lancang atau apa. Maukah kamu menjadi teman penaku? Sejujurnya dirimu sangat inspiratif dan saya ingin belajar banyak darimu. Jika kamu tertarik, kamu bisa menghubungi sy via instagram, @imadfadhlurrahman. Terimakasih sebelumnya, besar harapan untuk dapat bertukar kisah dan ide dengan mu

    Suka

  3. Seru-seru..
    Sayaa salfok sama temenya si Bily yang bangga jadi cowok sunda terus satu lagi salfok sama cewe yang didekati aktor kara para ask. Penasaran aktornya yang namanya siapa? Soalnya ak ngikutin banget kara para ask sampe tamat. Daya tariknya keren banget temen mu.

    Suka

    • Lupa, Mba, namanya siapa. Udah agak bapak-bapak gitu. Temenku sampe dikasih nomer telponnya juga kok. Aku bilang, “Jual aja nomernya ke fansnya.” xD Dia orang Afrika, Mba. Setahuku beberapa orang Turki emang tertarik sama orang Afrika di samping orang Rusia yang mereka gilai wkwk

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s