Enaknya Kuliah di Luar Negeri

DSCN2541

dokumen pribadi

Kadang suka heran sama orang nyinyir yang menghakimi dari permukaan. Gimana yah guys. Bener sih emang kalau nggak nyinyir luarnya, mau nyinyir apanya toh dalemnya nggak kelihatan. Maksudnya sih, boleh aja berpendapat negatif dan positif. Tapi sekiranya menyakiti makhluk Allah yang lain, nyinyirnya simpan sendiri dong. Nggak usah dibagikan.

Kuliah di luar negeri memang banyak dilemanya. Orang berbondong-bondong pengin kuliah di luar negeri gegara lihat instagram mahasiswa di sana. Bayangkan guys, cuma gegara instagram!

Seru bisa temenan dan bercandaan bareng bule!

Keren banget foto-foto sama bangunan khas Eropa! Nih mahasiswa kerjaannya jalan-jalan mulu!

Wuih makanannya mewah-mewah. Enak-enak!

Padahal aslinya itu…

Kadang capek temenan sama bule. Perbedaan budaya merupakan salah satu penyebab timbul konflik. Nggak selalu sih. Tapi pasti ada. Itu aja yang beda daerah nih ya bisa berantem gegara beda budaya. Apalagi yang beda kewarganegaraan! Beda cara dibesarkan! Salah paham itu terkadang tidak bisa dihindari.

Tahu nggak sih kalau semuanya butuh pengorbanan? Anggap saja ketika saya trip kemarin. Dikiranya kemana-mana naik pesawat, tinggal di hotel, makanan enak? Guys, solo traveling saya kemarin cuma 2 kali naik pesawat – itupun karena promo! Sisanya naik bus! Tidurnya di hotel? Enggak, guys. Ya di hostel murah atau di bandara kalau penerbangan pagi! Tidur sambil duduk peluk ransel, gitu. Makan enak? Seharian bisa jadi cuma makan roti tawar dan minum air keran. Jadi nih, foto-foto yang mungkin kalian lihat sangat mewah itu sebetulnya berisikan pengorbanan yang ada pahitnya juga. Bukannya nggak bersyukur ya. Cuma mau mengingatkan aja bahwa hidup di luar negeri itu tidak seindah foto instagram, guys. Ada lika-likunya juga.

Banyak mahasiswa yang kerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di luar negeri. Sering denger kan? Dan dikira itu seru? Bukan cuma sekali doang temen saya yang kerja sebagai pelayan restoran di sini pulang ke asrama nangis.

Persoalan foto makanan yang kelihatannya enak itu juga hanya pencitraan. Sebagian mungkin emang beneran enak, tapi sebagiannya lagi bisa jadi cuma pencitraan. Percayalah, nggak ada yang ngalahin kelezatan sate Padang, bakso Malang, rujak, pempek Palembang, soto ayam, dan… unch hayati sudah nggak kuat menuliskannya. Ada juga yang cuma makan enak sebulan sekali, mungkin. Sisanya makan pasta doang; pasta ala mahasiswa/i asrama yang cuma dibumbuin garam dan saos tomat. Mana ada rasanya bagi lidah orang Indonesia?

Hidup itu keras, man!

Belum lagi cobaan kuliah dengan bahasa asing!

Orang mana tahu kalau mahasiswa/i itu nangis bombay gegara begadang semalaman buat nerjemahin materi ujian atau puter ulang rekaman kuliah!

Orang mana tahu kalau mahasiswa/i itu kepalanya pusing mikirin nilai anjlok yang bisa mengakibatkan diputusnya beasiswa!

Orang mana tahu kalau mahasiswa/i itu tiap malam nggak bisa tidur gegara teringat orangtuanya di kampung halaman!

Orang mana tahu kalau mahasiwa/i itu memendam banyak luka seorang diri di negeri orang!

Apakah mahasiswa/i itu perlu memasang foto-foto penderitaannya? Tidak kan? Berbagi itu berbagi kebahagiaan. Ngapain berbagi penderitaan?

Kuliah di dalam dan luar negeri itu sama aja ada suka dukanya. Yang kuliah di luar negeri nggak melulu bahagia, yang kuliah di dalam negeri juga nggak selalu penuh duka lara. Begitu juga sebaliknya. Yang kuliah di luar negeri nggak melulu menderita, yang kuliah di dalam negeri juga nggak melulu sukacita.

Intinya mah disyukuri. Yang positif ya diambil pelajarannya. Yang negatif ya dihindari. Boleh lah kasih kritik, asal jangan nyinyir. Nyinyirnya simpen di hati aja ya. Jangan sampai menyakiti. Boleh iri, asal jadi motivasi aja. Jangan sampai jadi dengki hingga membenci. Selowww! Sesama generasi muda NKRI, harus saling mendukung demi Indonesia lebih baik lagi.

 

Iklan

12 thoughts on “Enaknya Kuliah di Luar Negeri

  1. Saya kalau ada kesempatan kuliah diluar negeri tidak akan menolak. Karena bisa menambah wawasan hidup dengan berdialog dengan manusia dari berbagai negara. Juga belajar bersikap bijaksana di perantauan. Kadang-kadang penderitaan itu akan membawa kita menuju ke kebijaksanaan he he he…. selamat berjuang di sana 😀

    Suka

  2. Apa yg diperlihatkan di medsos yang bahagia-bahagia aja, penderitaan mah gak akan diliatin dan itu yg nyebabin orang-orang nyinyir kuliah di luar negeri enak. Ya sama aja kayak ada yg kerja di perusahaan besar, gaji gede, hidup enak tapi kita gak tau perjuangan dia bisa dapetin kerja disitu gimana, beban kerjanya gimana. Yah namanya juga manusia ada aja yg dikomentarin. Semangat berjuang hidup di luar negeri !

    Suka

  3. Kesel emang kalo ada yang nyinyir, bawaanya jengkel, kdg heran aja kenapa ada org yg nyinyir ngurusin urusan org lain/ komentar yg g enak. Mgkn org nyinyir itu g ada kesibukan jadi buat menyibukan diri akhirnya nyinyirin org (kdg saya mikir dan bermonolog gitu biar hati jd plong). Sesama pemuda/i NKRI hrsnya bangga kalo ada generasi muda yg kuliah di luar negri krn artinya keilmuan anak negeri mampu bersaing dg anak2 dari berbagai negara bukanya malah dinyinyirn. Saya malah kalo bs mengulang wkt pgn bgt kuliah di luar negri ato nanti kalo punya anak pgn dikuliahin ke luar negri agar mampu bersaing dan semakin berkembang

    Suka

  4. Waduh waduh ini mah bener banget. Kadang aku juga bayangin kalau kuliah di luar negeri apalagi dengan bahasa asing bukan english pasti nangis deh kalau nggak bisa nangkep pelajaran. Anak yang rantaunya dalam negeri sendiri aja susah apalagi yang jauh di negeri sebrang hehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s