[Resensi Buku] The Litigators

1061-the-litigators-Shastrix
Shastrix

Judul Buku : The Litigators
Penulis : John Grisham
Penerbit : Hodder & Stoughton Ltd.
Tahun : 2011
Jumlah Halaman : 436 hlm.

David Zinc has it all: big firm, big salary, life in the fast lane. Until the day he snaps and throws it all away.

Leaving the world of corporate law far behind, he talks himself into a new job with Finley & Figg. A self-styled ’boutique’ firm with only two partners, Oscar Finley and Wally Figg are ambulance-chasing street lawyers who hustle nickle-and-dime cases, dreaming of landing the big win.

For all his Harvard Law Degree and five years with Chicago’s top firm, Zinc has never entered a courtroom, never helped a client who really needed a lawyer, never handled a gun.

All that is about to change.

QUOTES

Oscar firmly believed the image also conveyed the message that he did not work cheap, though he usually did. (p. 55)

Jadi ceritanya, pengacara bernama Oscar Finley ini selalu rapi mengenakan jas setiap hari di kantor hukumnya yang tidak selalu kedatangan client. Sekalinya ada client pun, bayarannya suka nunggak. Meski begitu, dia tetap jaga image dengan dandan rapi karena tahu bahwa orang cenderung lebih suka menilai pertama kali dari penampilan. Dan penampilan lah yang membuka peluang baru sekaligus menutup kesempatan.

Not much of a view, but David liked it anyway. It represented an exciting change in his life, a new challenge. It meant freedom. (p. 82)

Karakter tokoh David ini mirip dengan karakter Michael di novel John Grisham yang berjudul The Street Lawyer. Keduanya sama-sama meninggalkan kehidupan nyamannya untuk terjun ke jalanan. Lanjutkan membaca [Resensi Buku] The Litigators

Iklan

Biaya dan Kelangsungan Hidup Mahasiswa di Turki

Sudah hampir satu bulan laptop saya rusak. Hampir sebulan pula saya hanya bertahan dengan pinjam laptop teman. Untungnya kegiatan kampus tidak membutuhkan laptop setiap saat. Resikonya, saya jadi lupa kalau belum posting apapun di blog bulan ini. Tahu-tahu udah mau November aja.

Selain masih nano-nano mikirin masa depan laptop, bulan ini saya lagi sibuk juga nyusun CV dan nyari tempat buat magang musim panas depan. Tapi nyarinya juga kurang maksimal karena laptop saya rusak. Laptop emang ujung dari segalanya ya. ckckck

Kali ini saya pengin cuap-cuap mengenai biaya dan kelangsungan hidup mahasiswa di kota Izmir, Turki. Yuk yuk yuk bahas satu-satu.

MAKANAN

Genclik Merkezi
Milliyet Blog

Untuk menekan pengeluaran, mahasiswa di sini banyak yang lebih memilih untuk makan siang di Gençlik Merkezi atau markas untuk pemuda-pemudi. Di sana, pemerintah daerah menyediakan makan siang gratis untuk para pelajar. Asyik kan? Saya juga sering mampir ke sana. Makanannya bervariasi setiap hari. Dari mulai nasi, pasta, olahan sayur dan daging, hingga buah-buahan. Meskipun kadang antreannya panjang, tetap seru kok karena rame-rame. Namanya juga makanan gratis.

Kalau nggak gitu, ada juga sebagian mahasiswa yang lebih memilih untuk mengisi perut di rumah makan kampus. Harganya cuma 3tl sekali makan, yaitu kurang dari Rp. 12.000,-. Lanjutkan membaca Biaya dan Kelangsungan Hidup Mahasiswa di Turki