Diposkan pada Cerita Tanah Rantau, Sekolah, Turki

Menjadi Mahasiswa Semester 5 di Turki

shutterstock_394330375
Smith Physical Therapy

Jadi mahasiswa semester 5 itu banyak banget tekanannya. Tekanan nyari tempat magang, tekanan mengingat teori untuk dipraktikkan di lapangan, tekanan rencana setelah lulus, dan bagi mahasiswa yang kuliah dengan bahasa asing, tekanan dari ekspektasi orang lain – dosen, temen dan siapapun itu – mengenai kemampuan bahasa. Ya kali ya, udah tinggal di Turki hampir 4 tahun, bahasa Turki-nya masih belepotan.

 

Agak ajaib memang kalau ngebayangin gimana saya bisa naik ke semester 5 dengan bahasa Turki yang tidak sempurna. Namun perlu diingat bahwa nilai ujian tidak bisa semata-mata dibandingkan dengan kemampuan berbahasa sehari-hari. Buat saya, berbicara dalam bahasa Turki memang masih susah karena tidak ada usaha untuk memperlancarnya. Satu-satunya tempat saya praktik bahasa Turki itu di kampus.

Di asrama, saya tinggal bareng orang Indonesia. Keluar asrama pun, mainnya sama orang Indonesia. Baca buku dan nonton apalagi. Bahasa Turki nyaris tidak tersentuh, kecuali adanya paksaan seperti belajar untuk ujian. Jadi, kalau lulus ujian, itu semata-mata karena kita punya waktu untuk mempelajari materi sehingga kosakata dan tata bahasanya sudah terlatih dan tersusun. Beda jauh lah dari komunikasi normal yang spontan dan dinamis.

Semester 5 lalu, saya mengambil 7 mata kuliah, termasuk magang.

MATA KULIAH WAJIB

          Magang

Ceritanya ada di sini.

          Page Layout in Newspaper

Ekspektasi saya, kita akan praktik ngelayout. Ternyata, praktik ngelayout pakai komputernya itu baru ada di semester 6. Berdasarkan kakak kelas, mata kuliah ini akan mengajari kita layout manual gitu. Berhubung tahun saya kemarin dosennya ganti, lain cerita deh. Dari awal masuk sampai Ujian Tengah Semester (UTS), dosen menjelaskan teori layout termasuk bagian-bagian yang ada di koran.

Setelah UTS sampai Ujian Akhir Semester (UAS), kami dibentuk kelompok-kelompok yang ditugaskan untuk memilih koran nasional ataupun internasional, yang kemudian dianalisis dan dipresentasikan di depan kelas. Kelompok saya terdiri dari berbagai kewarganegaraan yaitu saya Indonesia, Kazakhstan, Afghanistan, Ukraina, dan tentu saja Turki. Di antara sekian banyak koran dari berbagai negara, kami memilih untuk menganalisis koran The Jakarta Post. Etdah! Waktu itu ketika headline-nya mengenai Gunung Agung di Bali. Kami melakukan perbandingan konten dan gaya layout  The Jakarta Post dengan koran di Turki. Mata kuliah yang cukup seru.

          Public Opinion and Its Research

Mirip dengan mata kuliah Layout, dari mulai masuk sampai UTS, dosen menjelaskan teori-teori opini publik dan penelitian. Salah satu sumber buku yang digunakan adalah buku milik Jurgen Habermas. Saya membeli bukunya dalam bahasa Turki dan gagal paham isinya. Syukurnya, ada pdf gratis berbahasa Inggris-nya di internet. Soalnya setelah UTS, kami disuruh memilih satu di antara dua hal. Presentasi atau ujian dengan dua soal. Jika kita mau mempresentasikan buku Habermas, dosen akan memberikan kita satu soal ujian. Sebaliknya, jika kita tidak presentasi, dosen akan memberi dua soal di UAS yang salah satunya akan menjadi pertanyaan mendetail mengenai isi buku Habermas.

          Press Photography

Teori aja sih ini. Kita bahas tentang penempatan fotografi di media. Mulai bagaimana seharusnya hingga manipulasi foto dls.

          Periodicals

Di mata kuliah ini, kita belajar tentang segala hal mengenai majalah. Dan dosen di mata kuliah ini mungkin adalah dosen yang aksennya paling susah saya mengerti. Jadi, sumber saya untuk UTS hanyalah buku. Selepas UTS, kami ditugaskan untuk membuat sebuah majalah dan mempresentasikannya. Grup kami waktu itu membuat majalah mengenai travelling. Cukup membosankan ternyata membangun sebuah majalah seperti membagi posisi pekerja, membuat visi misi, strategi pemasaran, mendesign, mengisi konten, dls. Apalagi dengan bahasa Turki.  It should’ve been fun.

MATA KULIAH PILIHAN

          Discrimination and Media

Saya memilih mata kuliah ini karena tertarik dengan tawaran topik-topik yang disajikan dalam silabus. Multiculturalism, diversity, inclusion, discrimination dsb merupakan topik yang menurut saya masih perlu diangkat ke permukaan supaya kita aware. Apalagi kandungannya dalam media. Hasilnya, ini jadi salah satu mata kuliah terfavorit saya semester ini meski yang ambil mata kuliah pilihannya cuma 15 mahasiswa doang. Itu pun yang datang ke kelas rata-rata cuma 5 orang. Maklum, dosen mata kuliah ini memang tidak mengambil presensi. Jadi berasa mahasiswa S2. Hahaha. Sotoy ah lu, Nae!

          Media and The Transformation of Daily Life

Sebetulnya daripada mata kuliah pilihan ini, saya ingin memilih mata kuliah Graphic Design. Namun berhubung laptop saya rusak dan saya mikir nggak akan bisa praktik, ketakutan gagal dalam ujian membuat saya tidak memilihnya. Teot banget ya. Lagipula semester 3 lalu saya sudah ambil mata kuliah Photoshop. Mungkin mirip-mirip lah ya, pikir saya. Yang penting udah belajar basic-nya.

Nah, di mata kuliah Media and The Transformation of Daily Life ini kita belajar tentang budaya konsumtif gitu. Kaitannya media, iklan, dan kehidupan sehari-hari kita. Teori simulasi Baudrillard, agenda setting, spiral of silence, teori ideological state apparatuses Althusser, teori panopticon Foucault dls dipakai semua untuk menjelaskan kenyataan yang pahit ini. Seru banget dah.

 

Iklan

10 tanggapan untuk “Menjadi Mahasiswa Semester 5 di Turki

  1. Semakin complicated nih ya mata kuliahnya😅😅😅
    Goodluck! Thanks buat requestnya hahah.. biar nanti kalo aku dah semester 5, bisa baca2 blog ini 😀 Tar semester 6 nulis lagi yahhhh

    Suka

  2. Ciee kak Nae yang mau lulus😆
    Itu Mata kuliah discrimination and media kok seru gitu sekelas lima orang. Bener bener privat. Oh ya dan semoga cepet sembuh untuk laptop kak Nae😂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s