[Bicara Buku Franz Kafka] Letter to My Father

franz kafka letter to my father.jpgJudul Buku : Letter to My Father

Penulis : Franz Kafka

Penerbit : Literart

Tahun : Januari 2016

Jumlah Halaman : 69 hlm.

Franz Kafka wrote this letter to his father, Hermann Kafka, in November 1919. Max Bond, Kafka’s literary executor, relates that Kafka actually have the letter to his mother to hand to his father, hoping it might renew a relationship that had lost itself in tension and frustration on both sides. But Kafka’s probing of the deep flaw in their relationship spared neither his father nor himself. He could not help seeing the failure of communication between father and son as another moment in the larger existential predicament depicted in so much of his work. Probably realizing the futility of her son’s gesture, Julie Kafka did not deliver the letter but instead returned it to its author.

“It is as if a person were a prisoner, and he had not only the intention to escape, which would perhaps be attainable, but also, and indeed simultaneously, the intention to rebuild the prison as a pleasure dome for himself. But if he escapes, he cannot rebuild, and if he rebuilds, he cannot escape.”

Beberapa waktu yang lalu setelah baca buku The Metamorphosis, meskipun kurang begitu suka sebenarnya saya cukup dibuat penasaran mengapa tulisan Franz Kafka begitu. Sebaiknya memang sebelum baca The Metamorphosis, baca Letter to My Father ini dulu. Lanjutkan membaca [Bicara Buku Franz Kafka] Letter to My Father

Nyaris Menelan Alkohol!

red-dragon-chinese-restaurant_1
Red Dragon tampak depan (Izmir Mekan Rehberi)

Di kota Izmir ini ada beberapa rumah makan Cina, Jepang, dan sejenisnya. Beberapa di antaranya adalah Red Dragon, Chickinn, dan Sushico. Paling sering – meski nggak sering amat – mampir ke Red Dragon karena tiap jam makan siang di luar weekend, mereka punya menu khusus yang harganya lebih murah dibanding menu normal. Selain itu, Red Dragon ini tempatnya cukup cozy dengan hiasan khas Tiongkok. Belum lagi diputarnya musik ala Cina dan layar TV berukuran normal yang menayangkan budaya Cina. Berasa di Cina deh – kek pernah aja.

red-dragon-chinese-restaurant_7
Red Dragon tampak dalam (Izmir Mekan Rehberi)

Summer lalu teman sekamar saya kerja part time di Red Dragon. Tiap pulang kerja, dia selalu bawain kita makanan. Meskipun seringkali bawain nasi goreng, beberapa kali dia bawain dumpling. Yah, cukup mengobati kerinduan saya akan makanan Indonesia lah – psst di Red Dragon ini juga menjual pisang goreng loh. Meski saya lebih suka apel gorengnya 😀 Lanjutkan membaca Nyaris Menelan Alkohol!

Tips Memilih Kampus di Turki

Pendaftaran beasiswa Turki untuk program S1 telah dibuka. Silahkan klik di sini untuk mendaftar. Syarat-syarat yang diperlukan, kriteria pendaftaran, hingga proses seleksi sudah dijelaskan di sana. Boleh juga intip beberapa tulisan saya mengenai beasiswa Turki, atau lebih luas mengenai Turki saja.

Kuliah di Turki dengan Beasiswa Turkiye Burslari

Wawancara Beasiswa Turki (Turkiye Burslari)

FAQ Kuliah di Turki dengan Beasiswa

Beberapa Budaya Turki yang Bikin Baper

Beberapa Kegiatan Harian Pelajar Indonesia di Turki

Fakta Tentang Ujian Semester di Turki

Lebih lengkapnya silakan langsung cek dan explore postingan dalam menu Turki dan Cerita Tanah Rantau ya.

***

turkey
Stratejik Ortak

Postingan ini fokus pada tips memilih kampus di Turki berdasarkan Lanjutkan membaca Tips Memilih Kampus di Turki

[Resensi Buku] Theodore Boone: Half The Man, Twice The Lawyer

The Works
The Works

Judul Buku : Theodore Boone – Half The Man, Twice The Lawyer

Penulis : John Grisham

Penerbit : Hodder & Stoughton

Tahun : 2010

Jumlah Halaman : 263 hlm.

A PERFECT MURDER

A FACELESS WITNESS

ONE PERSON KNOWS

THE WHOLE TRUTH …

AND HE’S ONLY THIRTEEN

YEARS OLD

MEET THEODORE BOONE

Bestselling author John Grisham delivers high intensity legal drama for a new generation of readers

QUOTES

Repeat something enough and folks will start to believe it. p. 64

Enemies one moment, old pals the next. Theo had seen it before. His mother had tried to explain that lawyers are paid to do a job, and to do it properly they had to park their personal feelings at the door. The real professionals, she said, never lose their cool and carry grudges. p. 85

SUMMARY

Theodore Boone adalah bocah laki-laki berkawat gigi (entah mengapa saya menyebutkannya) kelas 8 SMP yang berusia 13 tahun. Pekerjaan kedua orangtuanya – Woods dan Marcella Boone – sebagai pengacara membuat Theo tertarik pada dunia hukum. Ketertarikannya tidak main-main. Ia sering main ke pengadilan, menghadiri persidangan terbuka, dan banyak kenal pengacara, paralegal, hakim, court reporter, polisi, hingga bailiff. Di samping itu, Theo juga sering memberikan legal advise kepada teman-teman di sekolahnya. Ada kalanya ia membantu Sandy Coe dalam kasus foreclosure/penyitaan, Hallie dalam kasus anjingnya, Woody dalam kasus kakaknya yang menggunakan narkotika, Miss Gloria sekertaris sekolah yang saudaranya mabuk dalam menyetir, April yang orangtuanya bercerai, hingga kasus yang menjadi inti dalam novel ini.

Cool kid, eh? Lanjutkan membaca [Resensi Buku] Theodore Boone: Half The Man, Twice The Lawyer