Diposkan pada Turki

Tips Memilih Kampus di Turki

Pendaftaran beasiswa Turki untuk program S1 telah dibuka. Silahkan klik di sini untuk mendaftar. Syarat-syarat yang diperlukan, kriteria pendaftaran, hingga proses seleksi sudah dijelaskan di sana. Boleh juga intip beberapa tulisan saya mengenai beasiswa Turki, atau lebih luas mengenai Turki saja.

Kuliah di Turki dengan Beasiswa Turkiye Burslari

Wawancara Beasiswa Turki (Turkiye Burslari)

FAQ Kuliah di Turki dengan Beasiswa

Beberapa Budaya Turki yang Bikin Baper

Beberapa Kegiatan Harian Pelajar Indonesia di Turki

Fakta Tentang Ujian Semester di Turki

Lebih lengkapnya silakan langsung cek dan explore postingan dalam menu Turki dan Cerita Tanah Rantau ya.

***

turkey
Stratejik Ortak

Postingan ini fokus pada tips memilih kampus di Turki berdasarkan Lanjutkan membaca “Tips Memilih Kampus di Turki”

Iklan
Diposkan pada FYI, Tips dan Motivasi

Kita Bukan Peter Pan

Setelah 5 tahun lamanya, saya ganti motto blog juga. Dari yang mulanya “Go confidently in the direction of your dreams! Live the life you’ve imagined” mengutip Henry David Thorea, sekarang meminjam kata-katanya Mark Twain “Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. Explore. Dream. Discover”.

Banyak hal di dunia ini yang bisa kita lakukan. Namun terhalang oleh berbagai hal yang pada dasarnya berpusat pada diri sendiri.

Takut. Ragu.

Peter Pan Neverland
YouTube

Sepertinya itu susah sekali dilempar jauh-jauh. Ragu akan kemampuan diri, takut gagal, dan takut akan mempermalukan diri. Padahal kita tahu bahwa – klise memang – waktu tidak bisa diulang kembali. Tidak mungkin mengulangi usia yang sama – kecuali Peter Pan – apalagi lebih muda. Jika ada yang bertanya apa pengaruhnya usia, oh sudah tentu mempengaruhi. Bukan hanya soal kelincahan fisik dan perkara tulang-belulang, namun juga perubahan tanggung jawab dan posisi sosial. Sebut saja – yang paling sering saya dengar – ujaran bahwa selagi masih jadi mahasiswa rajinlah ikut club ini-itu. Nanti kalau udah menua, bakal sibuk banting tulang untuk hidup. Nggak sempet ikut ini-itu buat senang-senang semata. Apalagi kalau udah punya anak atau orangtua sudah pensiun. Perlu rawat. Lanjutkan membaca “Kita Bukan Peter Pan”

Diposkan pada Review, Review Buku

[Resensi Buku] Theodore Boone: Half The Man, Twice The Lawyer

The Works
The Works

Judul Buku : Theodore Boone – Half The Man, Twice The Lawyer

Penulis : John Grisham

Penerbit : Hodder & Stoughton

Tahun : 2010

Jumlah Halaman : 263 hlm.

A PERFECT MURDER

A FACELESS WITNESS

ONE PERSON KNOWS

THE WHOLE TRUTH …

AND HE’S ONLY THIRTEEN

YEARS OLD

MEET THEODORE BOONE

Bestselling author John Grisham delivers high intensity legal drama for a new generation of readers

QUOTES

Repeat something enough and folks will start to believe it. p. 64

Enemies one moment, old pals the next. Theo had seen it before. His mother had tried to explain that lawyers are paid to do a job, and to do it properly they had to park their personal feelings at the door. The real professionals, she said, never lose their cool and carry grudges. p. 85

SUMMARY

Theodore Boone adalah bocah laki-laki berkawat gigi (entah mengapa saya menyebutkannya) kelas 8 SMP yang berusia 13 tahun. Pekerjaan kedua orangtuanya – Woods dan Marcella Boone – sebagai pengacara membuat Theo tertarik pada dunia hukum. Ketertarikannya tidak main-main. Ia sering main ke pengadilan, menghadiri persidangan terbuka, dan banyak kenal pengacara, paralegal, hakim, court reporter, polisi, hingga bailiff. Di samping itu, Theo juga sering memberikan legal advise kepada teman-teman di sekolahnya. Ada kalanya ia membantu Sandy Coe dalam kasus foreclosure/penyitaan, Hallie dalam kasus anjingnya, Woody dalam kasus kakaknya yang menggunakan narkotika, Miss Gloria sekertaris sekolah yang saudaranya mabuk dalam menyetir, April yang orangtuanya bercerai, hingga kasus yang menjadi inti dalam novel ini.

Cool kid, eh? Lanjutkan membaca “[Resensi Buku] Theodore Boone: Half The Man, Twice The Lawyer”

Diposkan pada Review, Review Buku

[Buku] The Metamorphosis

PDF Drive
PDF Drive

Judul Buku : The Metamorphosis

Penulis : Franz Kafka

Tahun : 1915

Jumlah Halaman : 77 hlm.

This text is a translation from the German by Ian Johnston, Malaspina University-College Nanaimo, BC. It has been prepared for students in the Liberal Studies and English departments. This document is in the public domain, released, January 1999

Bagi yang tertarik untuk membaca, versi pdf buku ini saya peroleh gratis dari sini.

QUOTES

He didn’t forget to remind himself from time to time of the fact that calm (indeed the calmest) reflection might be better than the most confused decisions. p. 9

As he heard his mother’s words Gregor realized that the lack of all immediate human contact, together with the monotonous life surrounded by the family over the course of these two months must have confused his understanding… p. 43

SUMMARY

Buku ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Gregor Samsa yang suatu hari tiba-tiba terbangun menjadi seekor serangga. Mulanya, Gregor menduga bahwa itu hanya karena ia kelelahan akibat kerja sehari-hari sebagai salesman. Tapi ternyata, perubahan wujud fisiknya itu nyata. Akibatnya, Gregor yang merupakan satu-satunya tulang punggung keluarganya tidak mampu menafkahi keluarganya lagi yang beranggotakan ayah, ibu, dan adiknya perempuannya Grete.

Di sini tidak dijelaskan secara tertulis ya kalau keluarga Samsa sadar bahwa Gregor berubah menjadi serangga. Lanjutkan membaca “[Buku] The Metamorphosis”

Diposkan pada Cerita Tanah Rantau, Sekolah, Turki

Menjadi Mahasiswa Semester 5 di Turki

shutterstock_394330375
Smith Physical Therapy

Jadi mahasiswa semester 5 itu banyak banget tekanannya. Tekanan nyari tempat magang, tekanan mengingat teori untuk dipraktikkan di lapangan, tekanan rencana setelah lulus, dan bagi mahasiswa yang kuliah dengan bahasa asing, tekanan dari ekspektasi orang lain – dosen, temen dan siapapun itu – mengenai kemampuan bahasa. Ya kali ya, udah tinggal di Turki hampir 4 tahun, bahasa Turki-nya masih belepotan.

 

Agak ajaib memang kalau ngebayangin gimana saya bisa naik ke semester 5 dengan bahasa Turki yang tidak sempurna. Namun perlu diingat bahwa nilai ujian tidak bisa semata-mata dibandingkan dengan kemampuan berbahasa sehari-hari. Buat saya, berbicara dalam bahasa Turki memang masih susah karena tidak ada usaha untuk memperlancarnya. Satu-satunya tempat saya praktik bahasa Turki itu di kampus.

Di asrama, saya tinggal bareng orang Indonesia. Keluar asrama pun, mainnya sama orang Indonesia. Baca buku dan nonton apalagi. Bahasa Turki nyaris tidak tersentuh, kecuali adanya paksaan seperti belajar untuk ujian. Jadi, kalau lulus ujian, itu semata-mata karena kita punya waktu untuk mempelajari materi sehingga kosakata dan tata bahasanya sudah terlatih dan tersusun. Beda jauh lah dari komunikasi normal yang spontan dan dinamis. Lanjutkan membaca “Menjadi Mahasiswa Semester 5 di Turki”

Diposkan pada Review, Review Buku

[Resensi Buku] The Racketeer

The Racketeer
ebooksforfree.org

Judul Buku : The Racketeer

Penulis : John Grisham

Penerbit : Bantam Books

Tahun : 2012

Kota : New York, US

Jumlah Halaman : 340 hlm.

“The Racketeer is guilty of only one thing: keeping us engaged until the very last page.”

USA Today

In the history of the United States, only four active federal judges have been murdered. Judge Raymond Fawcett has just become number five. His body is found in his remote lakeside cabin. There is no sign of forced entry or struggle. Just two dead bodies: Judge Fawcett  and his young secretary. And one large, state – of – the – art, extremely secure safe, opened and emptied.

One man, a former attorney, knows who killed Judge Fawcett, and why. But that man, Malcolm Bannister, is currently residing in the Federal Prison Camp near Frostburg,  Maryland. Though serving time, Malcolm has an ace up his sleeve. He has information the FBI would love to know. Malcolm would love to tell them. But everything has a price – and the man known as the Racketeer wasn’t born yesterday.

“A satisfying, deeply engrossing thriller in which different forms of justice are ultimately served.” – The Washington Post

“Fast – past… with enough  startling plot twists- and changes of scenery, from Miami to Montego Bay and beyond – to surprise even the most suspicious reader.”

– The Wall Street Journal

“Tautly plotted.”

– Entertainment Weekly

QUOTES

I wish there was a wall, one ten feet tall, made of solid brick, with coils of glistening razor wire along its top, one that would keep me from gazing at the hills and dreaming of freedom. p.8

There are so many cruel twists in a long prison term. One is the feeling of being slowly forgotten by the world and by those you love and need. p.13

It’s hard to believe he could have missed the story of the murder, but it’s also entirely possible. Just because I read several newspaper a day doesn’t mean everyone does. p.32 Lanjutkan membaca “[Resensi Buku] The Racketeer”

Diposkan pada Jelajah Tempat di Turki, Makanan, Turkey, Turki

Liburan Singkat di Istanbul

Sebelum lupa, saya mau berbagi cerita mengenai liburan singkat saya ke Istanbul kemarin dari tanggal 27-29 Januari 2018. Sebetulnya, tidak bisa disebut sebagai liburan sih, berhubung tujuan utama saya ke Istanbul adalah untuk menghadiri orientasi magang yang diadakan oleh OIC atau Organization of Islamic Cooperation pada tanggal 27. Namun karena tiket pesawat paling murah itu jatuh pada tanggal 30 Januari dini hari, saya memutuskan untuk tinggal di Istanbul agak lama. Hitung-hitung bernostalgia.

DSCN2992
dokprib

Sabtu, 27 Januari 2018

Saya sampai di Esenler Otogar pada hari Sabtu pagi sekitar pukul 5.30 waktu Istanbul Eropa setelah menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam dengan bus dari kota Izmir. Termasuk lebih cepat daripada yang dijadwalkan. Meskipun begitu, saya justru kesal lantaran artinya saya harus menunggu lama datangnya matahari sekitar jam 8 pagi. Apalagi, otogar atau terminal di Istanbul cukup ramai. Saya pun memutuskan pergi ke Topkapi-Ulubatli dengan metro untuk menjumpai teman saya yang juga ikut kegiatan magang. Rencananya, kami akan pergi sama-sama ke lokasi acara.

Setelah membeli sucuklu borek dan patatesli pogaca untuk sarapan, saya hanya diam di stasiun metro Topkapi-Ulubatli. Sedih sekali. Mau kemana-mana pun, masih gelap. Lanjutkan membaca “Liburan Singkat di Istanbul”