Video Blog Baru

Hi! Cuma mau menginformasikan bahwa sekarang Naelil The Climber ada video blognya. Sebenernya agak ragu mau bikin vlog. Tapi berhubung banyak yang request, saya pun membuatnya. Sama dengan blog ini, vlog Naelil The Climber juga akan membahas seputar kehidupan mahasiswa/i Indonesia di Turki, beasiswa Turki, budaya Turki, Indonesia, random thoughts, hingga mungkin video lucu-lucuan. Ayo yang dulu minta vlog, sekarang wajib subscribe dan like. Hahaha. Anyway, kamu juga bisa request video lho. Kalau penasaran tentang Turki atau apapun yang berkaitan, silahkan kirim pesan di kolom komentar ya.

Ini adalah video blog pertama saya :

11.jpg

Jangan lupa nonton ya 🙂

Terima kasih!

Kenangan di Praha

Sudah satu minggu berlalu, saya belum bisa move on dari Praha. Empat bulan pertukaran mahasiswa terasa sangat singkat. Numpang mampir doang. Tapi kenangannya itu loh, tak terlupakan. Jika disuruh mengulang kembali, saya tetap akan memilih Praha dibanding kota lainnya di Eropa. Saat itu ada Groningen-Belanda sebetulnya yang cukup menggoda. Menilik biaya hidupnya, saya mundur perlahan karena uang beasiswa pertukaran untuk ke Praha dan Groningen jumlahnya sama. Berhubung tujuan saya ikut pertukaran pelajar selain pendidikan adalah untuk jalan-jalan, Praha lebih cocok. Apalagi letaknya di Eropa Tengah.

Top Five-Walks-In-Prague-Old-Town-Square
trip4booking.com (Prague Old Town Square dari Astronomical Clock – genteng orange bangunan yang sangat khas Praha)

Tonton video tentang Praha di sini.

PEJALAN KAKI SANGAT DIHORMATI

Saya masih terkesima ketika melihat ada beberapa tempat yang hanya memiliki zebra cross tanpa lampu pejalan kaki di Praha. Gimana nyeberangnya wak? Continue reading “Kenangan di Praha”

Terjebak di Kota Roma

DSCN1904.JPG
Stasiun Tiburtina (dokprib)

Beberapa hari yang lalu, saya melakukan trip ke Roma dari Venesia. Sekitar jam 8 pagi, saya sudah sampai di Stasiun Tiburtina. Yang pertama kali saya lakukan adalah mencari toilet untuk cuci muka dan segala-gala. Ajaibnya, saya nggak menemukan toilet sama sekali di situ. Penunjuk arahnya juga membingungkan. Semua serba dalam bahasa Italia. Untung saja banyak petugas yang baik membantu meskipun mereka tidak begitu bisa bahasa Inggris.

! Bahkan di beberapa tempat wisata di Italia, keterangan hanya tersedia dalam bahasa Italia saja. Padahal kita tahu, wisatawan asing di Italia itu tidak sedikit. Untung, petugas Italia-nya baik-baik.

Saya mencoba berkeliling stasiun. Ada pasar kecil di depan situ. Tapi pedagangnya bukan orang Italia. Seperti orang India. Beruntung, saya akhirnya menemukan gedung untuk metro dan train antar kota Italia. Langsung saja saya kesitu. Syukur deh nemu Continue reading “Terjebak di Kota Roma”

Membandingkan Diri dengan Orang Lain

i love myself
dreamerstime.com

Sikap membandingkan diri dengan orang lain, rasanya tidak akan bisa lepas dari hidup kita. Setiap waktu, setiap saat, manusia membutuhkan perbandingkan untuk menilai sesuatu; termasuk dirinya sendiri. Ibaratnya ketika kita membeli barang, pasti akan melakukan perbandingan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian.

Bagi saya, kesuksesan dapat dilihat dari seberapa bermanfaatnya diri bagi orang lain.  Ini semacam pembuktian bahwa kehadiran kita itu penting. Kalau ada tidaknya orang, tidak memberikan perbedaan, artinya tidak berguna dong dalam konteks tertentu itu.

Saya termasuk orang yang cukup sering membandingkan diri dengan patokan usia. Jika saya melihat orang yang cukup sukses di usia saya atau bahkan lebih muda, saya suka sedih ketika berkaca pada diri sendiri. Sayangnya, itu sering saya lakukan. Padahal, membandingkan diri dengan orang lain itu bagusnya supaya kita termotivasi untuk lebih maju. Bukannya merasa kurang percaya diri dan tertekan. Padahal nih ya, yang dilalui setiap orang itu tidak sama. Ini bukan berarti bahwa kita perlu membandingkan diri siapa yang paling menderita hidupnya, terus merasa bahwa diri sendiri menderitanya kebangetan tapi nggak sukses-sukses. Enggak ya… Kamu nggak akan bisa sepenuhnya memahami apa yang sudah dilalui orang lain sebelum kamu jadi diri orang lain tersebut! Sekedar dengar cerita, apalagi. Nggak akan bisa.

Jangan juga membandingkan bahwa orang tertentu itu sangat beruntung, sedangkan kamu dipenuhi kesialan. Continue reading “Membandingkan Diri dengan Orang Lain”

Mitos Tentang Mahasiswa Erasmus

Sebelum berangkat Erasmus – program pertukaran mahasiswa/i ke Eropa, saya sering dicekoki mitos-mitos. Katanya, mahasiswa/i Erasmus begini, begitu. Berdasarkan pengalaman saya, mitos-mitos tersebut tidak sepenuhnya benar. Namanya juga mitos.

Diberikan Hak Istimewa oleh Dosen

Katanya, mahasiswa/i Erasmus akan diberi kemudahan oleh dosen. Jadi, jika kamu ingin bersenang-senang dalam satu atau atau dua semester, ikut Erasmus aja!

classroom
Metropolitan University Prague

Kenyataannya, kamu akan diperlakukan sama dengan mahasiswa/i non-Erasmus a.k.a mahasiswa/i lokal. Tidak ada bedanya. Kalau ada tugas, kamu pun akan diberi tugas. Kalau ada kuis atau ujian, kamu juga ikut. Kalau kamu nggak belajar, nggak lulus ujian ya nggak lulus. Begitu juga ketika kamu bolos, konsekuensinya sama dengan yang didapat mahasiswa/i lokal.

Duitnya Banyak

Katanya, mahasiswa/i Erasmus itu duitnya banyak. Kerjaannya jalan-jalan mulu, nggak pernah belajar. Continue reading “Mitos Tentang Mahasiswa Erasmus”

Traveling: Sendiri Atau Rame-Rame?

122
Eiffel Tower, Paris (Dokumen Pribadi)

Saya sudah sering kali traveling rame-rame. Tapi, baru pertama kali solo traveling antar-negara kemarin. Rasanya? Hm, seru banget! Apa sih bedanya traveling sendiri dan rame-rame?

Research Tempat Wisata

Kalau kita traveling sendiri, wajib hukumnya untuk melakukan research sendiri mengenai setiap tempat yang akan kita jelajahi. Mulai dari latar belakang tempat tersebut, ada apa aja di sana dan alat transportasi apa yang dapat kita gunakan untuk menjangkaunya. Hal ini akan memakan banyak waktu. Sedangkan ketika kita traveling rame-rame, kita bisa membangun diskusi dan menggabungkan ide bersama. Pasti akan terasa lebih ringan. Ide satu kepala dengan ide lima kepala, tentu saja berbeda.

Biaya

Biasanya, Continue reading “Traveling: Sendiri Atau Rame-Rame?”

[Resensi Buku] The Street Lawyer

Paperback Swap

Judul Buku : The Street Lawyer

Penulis : John Grisham

Penerbit : Arrow Books

Tahun : 1998

Jumlah Halaman : 358 hlm.

Michael was in a hurry. He was scrambling up the ladder at Drake & Sweeney, a giant Washington law firm. The money was good and getting better and a partnership was three years away. He was a rising star, with no time to waste, no time to stop, no time to toss a few coins into the cups of panhandlers, no time fora conscience.

But a violent encounter with a homeless man stopped him cold. Michael survived, his assailant did not. Who was this homeless man? Michael did some digging and found a dirty secret and the secret involved Drake & Sweeney.

Soon Michael was in the secret, a thief, on the run from the very dreams he once valued above everything else.


“No one does it better than Grisham. This latest novel is as unputdownable as ever.”

Charles Spencer, Sunday Telegraph

“Fluent and fascinating. Few writers have so much to say, the skills to make reading what they say it to an audience of millions.”

Mat Coward, Independent

“The Street Lawyer opens with the best scene Grisham has ever put on paper.”

John Sutherland, Sunday Times

“Compelling … Grisham is more adept at getting the reader to turn the page than almost any writer working today.”

John Diamond, Daily Mail


Jadi, hari Minggu kemarin saya solo-backpacking ke Paris dan sengaja mampir ke Shakespeare and Company bookstore di dekat katedral Notre-Dame. Keren banget tempatnya. Sayang, saya nggak sempat foto dalamnya karena terlalu penuh pengunjung. Akhirnya foto depannya aja deh! Di sini saya nggak sengaja nemu buku The Street Lawyer karya John Grisham.

DSCN1096
dokumen pribadi

Sebetulnya, udah tahu John Grisham sejak SMA. Saudara saya yang berprofesi sebagai pengacara memberikan ebooks John Grisham karena waktu itu saya sempat tertarik untuk kuliah Hukum. Tapi, saya kurang suka ebooks. Akhirnya, cuma kelarin beberapa halaman buku A Time to Kill deh.

Karena kebetulan kemarin ketemu karya John Grisham, harga murah dan dari Shakespeare and Company bookstore Paris, saya pun tanpa ragu membelinya. Apalagi setelah membaca halaman depan. Ini adalah salah satu buku yang saya beli tanpa mempertimbangkan cover dan sinopsis. Jarang-jarang lho.

Novel ini menceritakan tentang kehidupan Michael Brock, seorang pengacara dengan gaji fantastis di perusahan hukum besar di Washington D.C. bernama Drake & Sweeney.

Suatu hari, ia berada dalam satu lift dengan seorang yang – ia duga tunawisma berdasarkan penampilan dan baunya – bernama DeVon Hardy.

Sejak saat itu, kehidupan Michael Brock tidak sama lagi.

Ketika Michael hendak masuk ke ruangannya, terjadilah tembakan yang ternyata dilakukan oleh DeVon Hardy. Ia lalu menyandera 9 pengacara termasuk Michael di sebuah ruang konferens di kantornya sendiri.

Hardy tidak membunuh siapapun. Ia hanya … anggaplah cuma sekadar memberikan ceramah atas betapa rakusnya orang-orang kaya dan memberi gertakan. Tunawisma atau homeless tidak punya tempat tinggal. Kadang tinggal di bangku taman, kolong jembatan, mobil, bangunan liar; bertarung dengan musim panas ataupun dingin, serta kerasnya hidup di jalanan. Sedangkan orang kaya, bahkan menghabisnya banyak uang yang tidak perlu untuk membeli/menikmati sesuatu bukan atas hal kebutuhan, namun demi prestis semata. Continue reading “[Resensi Buku] The Street Lawyer”

[Review Buku] Writing from South Africa

waterstones
Waterstone

Judul Buku : Writing from South Africa

Penulis : Herman Charles Bosman, William Bloke Modisane, Henry Nxumalo, D Can Themba, Ezekiel Mphahlele, Alan Paton, James Matthews, Mothrobi Mutloatse, Richard Rive, Bessie Head, Gladys Thomas, Damon Galgut, Abel Phelps, Deena Padayachee, Merle Colborne, Nadine Gordimer, Normavenda Mathiane.

Editor : Anthony Adams, Ken Durham

Penerbit : Cambridge University Press

Tahun : Cetakan I, 1995

Jumlah Halaman : 137 hlm (17 cerita pendek)

This anthology celebrates and explores the particular qualities of the writing of a nation. It is a collection of modern South African short stories charting the progress of South Africa  in the twentieth century. Writers are drawn from the different racial groups, including several stories and authors who have been ‘banned’ in South Africa in past years. South Africa’s culture, peoples, background and languages are explored, demonstrating the wide range of reactions to the experience of apartheid – violent, ironic and hopeful. The stories are illustrated by a collection of South African photographs and are each given a short introduction. A general foreword and glossary are included to guide students through anthology.

UNTO DUST – Herman Charles Bosman

Alive, you couldn’t go wrong in distinguishing between a white man and a kaffir. Dead, you had great difficulty in telling them apart. (p.5)

Kaffir (racial term) artinya kulit hitam.

Clip pendek cerpen : https://www.youtube.com/watch?v=7jP6Rs8PjIg

Cerpen ini menceritakan tentang equality atau persamaan kedudukan. Continue reading “[Review Buku] Writing from South Africa”

[Review Novel] Disgrace

JMCoetzee_Disgrace
courtesy : wikipedia

Judul Buku : Disgrace

Penulis : J.M. Coetzee

Tahun : 1999

Penerbit : Secker & Warburg (UK)

Jumlah Halaman : 218 hlm.

“History repeating itself, though in a more modest vein.”

 “What if an attack like that turns one into a different and darker person altogether?”

Tokoh utama novel ini bernama David Lurie, seorang professor berusia 52 tahun yang mengajar di sebuah universitas di Cape Town, South Africa. Ia merupakan duda beranak satu dari pernikahan pertamanya – yang tinggal di Eastern Cape; namanya Lucy. Karena tinggal sendirian, David rutin mendatangi pelacur bernama palsu Soraya – yang usianya seumuran Lucy –  setiap Kamis siang.

Suatu hari di jalan, David tidak sengaja melihat Soraya bersama – yang ia duga sebagai – dua anak lelakinya. Baik David ataupun Soraya sama-sama tidak sengaja bersitatap. Hari Kamis berikutnya, mereka berjumpa lagi. Soraya bilang ia harus merawat ibunya yang sakit sehingga tidak bisa menemui David sampai ibunya sembuh.

David melpon agent prostitusi penyalur Soraya. Continue reading “[Review Novel] Disgrace”

Rasanya Jadi Mahasiswa di Turki dan Republik Ceko

Ahoj!

Sudah lama sekali tidak menulis di blog. Kangen. Namun apa daya, dunia saya sempat teralihkan oleh drama Korea – HAHAHA – dan kemalasan yang tiada habisnya. Gara-gara lama vakum tidak mengisi blog, sebetulnya daya kreativitas menulis saya pun menurun. Oleh sebab itu, sebelum terjun bebas semakin dalam, mari berceloteh!

Menjadi mahasiswa di Turki dan Republik Ceko tentu saja berbeda, dilihat dari perbedaan pokok Turki dan Republik Ceko dari segi geografi maupun sejarah yang kemudian mempengaruhi budaya dan adat istiadatnya. Daftar perbedaan di bawah ini hanya berdasar pada pengalaman saya seorang. Artinya, bisa jadi kisah mahasiswa Indonesia lainnya – baik di Turki ataupun Republik Ceko – berbeda.

  1. Makanan – nikmatnya hidup di Indonesia

Makanan merupakan salah satu hal yang paling krusial untuk melangsungkan hidup. Sebut saja kebutuhan pokok manusia serupa sandang, pangan dan papan. Hidup di Indonesia adalah suatu kenikmatan tiada tara jika disangkutpautkan dengan makanannya. Bukan cuma soal-menyoal keberagaman makanan, namun juga kemudahan memperolehnya. Tinggal duduk di depan rumah, sudah ada abang bakso, sate dan aneka pedagang makanan yang lewat. Gampang banget! Kalau soal makanan, Turki dan Republik Ceko kalah telak dibandingan Indonesia. Continue reading “Rasanya Jadi Mahasiswa di Turki dan Republik Ceko”