[Resensi Buku Non-Fiksi] The Innocent Man

‘This is a true story of the criminal justice system gone terribly wrong.’

innocent man

ebookmanualspro.info

Judul Buku : The Innocent Man 

Penulis : John Grisham

Penerbit : Arrow Books

Tahun : 2007

Jumlah Halaman : 501 hlm.

Ron Williamson was a star college baseball player in the small town of Ada, Oklahoma. When he left to pursue his dreams, he seemed destined for glory. But years of injury, drinking, drugs and women took their toll.

He returned to Ada a lonely drifter. In 1982, a 21 year-old cocktail waitress was raped and murdered. After five years of fruitless investigation the police arrested Williamson for want of any other suspect. The case against him was built on bogus evidence and the testimony of jailhouse snitches and convicts. He was found guilty at trial and sent to Death Row.

This is a true story of the criminal justice system gone terribly wrong. A vengeful prosecutors and incompetent defence lawyers. Of a man’s journey to hell. A journey from which he nearly didn’t return.

QUOTES

There were too many people back home counting on him. His family had sacrificed too much. He’d bypassed college and an education to became a major leaguer, so quitting was not an option. (p. 64) Baca lebih lanjut

Iklan

Cara Menikmati Hidup dan Mengurangi Kegelisahan

UTS beres, dijemput oleh mendung dan hujan tak henti-henti, sesekali dengan petir di tengah musim dingin yang mempercepat tenggelamnya matahari, membuat saya makin nano-nano. Kata internet sih memang ada jenis depresi yang disebabkan oleh musim dingin dan akan hilang seiring kedatangan musim semi. Etdah, depresi banget istilahnya?

Gejalanya seperti banyak tidur, jadi suka makan terlebih yang mengandung karbohidrat, menarik diri dari pergaulan, serta hilang dan berkurangnya motivasi.

Menjadi seseorang yang terjadwal dan terbiasa membuat to-do-list hingga rincian sedetail hari dan jam membuat saya selalu dikejar target dan cenderung jauh dari kata fleksibel.

Saya ingat ketika Euro trip bareng teman kemarin ke Vienna, saya tidak membuat itinerary karena kekurangan waktu. Kami pun hanya berjalan mengikuti kata hati dan peta gratis yang ada di stasiun underground.

Kebalikannya, travel mate saya ini tipe orang yang sangat fleksibel. Ketika saya tertekan gara-gara menganggap jalan-jalan tanpa itinerary itu buang-buang waktu, dia justru menikmati setiap kejutan yang ada dari segala ketidakpastian. Baca lebih lanjut

Bincang Acer Aspire One D270-26Crr Red Netbook

Mau kasih judul review laptop kok kesannya berat sekali. Ntar saya diomelin sama anak komputer gegara penggunaan istilahnya yang awam dan penjabaran spesifikasi yang tidak lengkap. Ya sudah, lebih baik saya membahasnya ala curhat kurang penting yang semoga ada faedahnya. Laaah.

Sekitar 2-3 bulan yang lalu, Acer Aspire One D270-26Crr red netbook saya wafat. Rasanya sedih banget ditinggalkan oleh netbook yang sudah menemani saya sejak tahun 2012; dari kelas dua SMA sampai sekarang udah mau tahun tua di universitas; dari masa mengejar karya dan prestasi, universitas, hingga beasiswa dls. Kurang lebih sekitar 5 tahun pemakaian. Untuk tipe orang yang pakai laptopnya berantakan kayak saya, 5 tahun itu lumayan lama loh. Baca lebih lanjut

[Resensi Buku] The Litigators

1061-the-litigators-Shastrix

Shastrix

Judul Buku : The Litigators
Penulis : John Grisham
Penerbit : Hodder & Stoughton Ltd.
Tahun : 2011
Jumlah Halaman : 436 hlm.

David Zinc has it all: big firm, big salary, life in the fast lane. Until the day he snaps and throws it all away.

Leaving the world of corporate law far behind, he talks himself into a new job with Finley & Figg. A self-styled ’boutique’ firm with only two partners, Oscar Finley and Wally Figg are ambulance-chasing street lawyers who hustle nickle-and-dime cases, dreaming of landing the big win.

For all his Harvard Law Degree and five years with Chicago’s top firm, Zinc has never entered a courtroom, never helped a client who really needed a lawyer, never handled a gun.

All that is about to change.

QUOTES

Oscar firmly believed the image also conveyed the message that he did not work cheap, though he usually did. (p. 55)

Jadi ceritanya, pengacara bernama Oscar Finley ini selalu rapi mengenakan jas setiap hari di kantor hukumnya yang tidak selalu kedatangan client. Sekalinya ada client pun, bayarannya suka nunggak. Meski begitu, dia tetap jaga image dengan dandan rapi karena tahu bahwa orang cenderung lebih suka menilai pertama kali dari penampilan. Dan penampilan lah yang membuka peluang baru sekaligus menutup kesempatan.

Not much of a view, but David liked it anyway. It represented an exciting change in his life, a new challenge. It meant freedom. (p. 82)

Karakter tokoh David ini mirip dengan karakter Michael di novel John Grisham yang berjudul The Street Lawyer. Keduanya sama-sama meninggalkan kehidupan nyamannya untuk terjun ke jalanan. Baca lebih lanjut

Biaya dan Kelangsungan Hidup Mahasiswa di Turki

Sudah hampir satu bulan laptop saya rusak. Hampir sebulan pula saya hanya bertahan dengan pinjam laptop teman. Untungnya kegiatan kampus tidak membutuhkan laptop setiap saat. Resikonya, saya jadi lupa kalau belum posting apapun di blog bulan ini. Tahu-tahu udah mau November aja.

Selain masih nano-nano mikirin masa depan laptop, bulan ini saya lagi sibuk juga nyusun CV dan nyari tempat buat magang musim panas depan. Tapi nyarinya juga kurang maksimal karena laptop saya rusak. Laptop emang ujung dari segalanya ya. ckckck

Kali ini saya pengin cuap-cuap mengenai biaya dan kelangsungan hidup mahasiswa di kota Izmir, Turki. Yuk yuk yuk bahas satu-satu.

MAKANAN

Genclik Merkezi

Milliyet Blog

Untuk menekan pengeluaran, mahasiswa di sini banyak yang lebih memilih untuk makan siang di Gençlik Merkezi atau markas untuk pemuda-pemudi. Di sana, pemerintah daerah menyediakan makan siang gratis untuk para pelajar. Asyik kan? Saya juga sering mampir ke sana. Makanannya bervariasi setiap hari. Dari mulai nasi, pasta, olahan sayur dan daging, hingga buah-buahan. Meskipun kadang antreannya panjang, tetap seru kok karena rame-rame. Namanya juga makanan gratis.

Kalau nggak gitu, ada juga sebagian mahasiswa yang lebih memilih untuk mengisi perut di rumah makan kampus. Harganya cuma 3tl sekali makan, yaitu kurang dari Rp. 12.000,-. Baca lebih lanjut

[Resensi Buku] The Client

john grisham

John Grisham

Judul Buku : The Client
Penulis : John Grisham
Penerbit : Doubleday
Tahun : Maret, 1993
Jumlah Halaman : 422 hlm.

QUOTES

It’s amazing how lies grow. You start with a small one that seems easy to cover, then you get boxed in and tell another one, then another. People believe you at first, then they act upon your lies, and you catch yourself wishing you’d simply told the truth.

Killers had to be cold-blooded and patient.

I don’t know why I quoted that one.

One good thing about jail is that it allows you to think a lot.

SUMMARY

U.S. senator, Boyd Boyette dianggap dibunuh oleh Barry Muldanno, salah satu anggota mafia paling ganas di New Orleans. Pengacara negara, Roy Foltrigg mengusut kasus itu ke pengadilan. Sayangnya, ia tidak memiliki mayat Boyd Boyette sehingga sulit untuk memenjarakan mafia tersebut.

Sementara di Memphis, jasad Jeromey Clifford, pengacara Barry Muldanno, ditemukan tewas di dalam mobilnya sendiri di hutan. Mayatnya ditemukan oleh dua bocah bernama Mark Sway (11 tahun) dan adiknya, Ricky Sway (8 tahun) yang sedang merokok di sekitar situ. Iya, merokok! Meski demikian, polisi tidak percaya pengakuan Mark bahwa ia menemukan Jeromey sudah dalam kondisi mati. Kecurigaan pertama muncul ketika Mark menelpon 911 tanpa mau menyebutkan identitasnya. Baca lebih lanjut

[Resensi Buku] Rentang Kisah

cover-depan-Rentang-Kisah

GagasMedia

Judul Buku : Rentang Kisah
Penulis : Gita Savitri Devi
Penerbit : GagasMedia
Tahun Terbit : Cetakan pertama, 2017
Jumlah Halaman : vii+207 hlm.

Apa tujuan hidupmu?
Kalau itu ditanyakan kepadaku saat remaja, aku pasti nggak bisa menjawabnya. Jangankan tujuan hidup, cara belajar yang benar saja aku nggak tahu. Setiap hari aku ke sekolah lebih suka bertemu teman-teman dan bermain kartu. Aku nggak tahu apa yang menjadi passion-ku. Aku sekedar menjalani apa yang ibu pilihkan untukku-termasuk melanjutkan kuliah di Jerman.

Tentu bukan keputusan mudah untuk hidup mandiri di negara baru. Selama 7 tahun tinggal di Jerman, banyak kendala aku alami; bahasa Jerman yang belum fasih membuat proses perkuliahan menjadi berat, hingga uang yang pas-pasan membuatku harus mengatur waktu antara kuliah dan kerja sambilan.

Semua proses yang sulit itu telah mengubahku; jadi mengenal diri sendiri, mengenal agamaku, dan memahami untuk apa aku ada di dunia. Buatku, kini hidup tak lagi sama, bukan hanya tentang aku, aku, dan aku. Tapi juga tentang orangtua, orang lain, dan yang paling penting mensyukuri semua hal yang sudah Tuhan berikan.

The purpose to live a happy life is to always be grateful and don’t forget the magic word: ikhlas, ikhlas, ikhlas.

Gita Savitri Devi atau dikenal juga sebagai Gitasav adalah seorang lulusan Kimia Murni di Freie Universität Berlin. Sejak 2010 Gita menetap di Jerman untuk menempuh pendidikan S1 dan masih betah tinggal di negara tersebut.

Selain menghabiskan waktu di lab, Gita juga menulis blog dan membuat video blog (vlog) yang diunggah ke YouTube. Bersama partnernya, Paul, Gita membuat duo bernama Paul & Gita. Mereka sudah merilis satu single berjudul “Seandainya”. Baca lebih lanjut