Mengapa Membaca Itu Lebih Menyenangkan Daripada Menonton?

stock-vector-cartoon-of-girl-student-studying-reading-book-105444905
shutterstock.com

Bagi sebagian orang, menonton itu lebih menyenangkan daripada membaca. Sedangkan bagi sebagian orang lainnya, seperti saya, membaca itu jauh lebih menyenangkan. Kategori buku favorit saya adalah novel, biografi ataupun autobiografi, hingga studi kasus. Hanya buku tutorial yang seringkali membuat saya bosan. Saya lebih suka buku yang mengandung sebab-akibat. Nah, kiranya dengan melihat tipe buku bacaan saya,  berikut adalah alasan mengapa saya lebih suka membaca daripada menonton; mungkin juga jadi alasan sebagian orang lainnya.

Punya Waktu Lebih untuk Berpikir

Di sela-sela membaca, saya suka banget berhenti di tengah-tengah, lalu melempar pandangan ke udara. Kadang, saya merasa butuh waktu untuk mencerna ataupun mengevaluasi apa yang saya baca. Entah endingnya berujung pada persetujuan ataupun sebaliknya. Kadang, saya perlu bernafas panjang, melempar badan ke kursi, menutup buku, ataupun tertawa sampai jungkir balik. Lanjutkan membaca Mengapa Membaca Itu Lebih Menyenangkan Daripada Menonton?

Sebab Setiap Individu itu Berbeda

TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN MENJADI BERBEDA

different
Pinterest

Heran sama society yang menertawakan dan/ merasa kasihan pada beberapa golongan yang lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendirian atau di rumah saja. Maksudnya, ada loh orang yang hobinya beda dari kita. Ada loh yang sumber kebahagiaannya beda dari kita. Ada orang suka makan kue-kue manis dan ada orang yang suka makan asinan. Ada orang yang ingin mengubah penampilannya, isi kepalanya, kekuatan fisiknya, hingga orang sakit yang hanya ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Setiap orang berasal dari latar belakang berbeda. Dibesarkan oleh kondisi berbeda. Melalui rintangan dan luka yang tidak sama. Lalu bagaimana kita bisa mengharapkan setiap orang sama?

Sayangnya, kebanyakan kalangan memilih untuk menutup mata. Dunia seolah hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang suka berada di luar rumah dan pergi rame-rame.

Lucu aja. Lanjutkan membaca Sebab Setiap Individu itu Berbeda

Video Blog Baru

Hi! Cuma mau menginformasikan bahwa sekarang Naelil The Climber ada video blognya. Sebenernya agak ragu mau bikin vlog. Tapi berhubung banyak yang request, saya pun membuatnya. Sama dengan blog ini, vlog Naelil The Climber juga akan membahas seputar kehidupan mahasiswa/i Indonesia di Turki, beasiswa Turki, budaya Turki, Indonesia, random thoughts, hingga mungkin video lucu-lucuan. Ayo yang dulu minta vlog, sekarang wajib subscribe dan like. Hahaha. Anyway, kamu juga bisa request video lho. Kalau penasaran tentang Turki atau apapun yang berkaitan, silahkan kirim pesan di kolom komentar ya.

Ini adalah video blog pertama saya :

11.jpg

Jangan lupa nonton ya 🙂

Terima kasih!

Fakta-Fakta Berkacamata

Setahun sudah saya berkacamata.

Zaman SMP dulu, tiap kali ikut suatu kompetisi dan menemukan pesaing berkacamata, pasti udah minder duluan. Entah kenapa, sosok berkacamata itu selalu menguarkan imej kutu buku yang isi kepalanya tumpeh-tumpeh, mendalam dan mendetail.

Sebetulnya, apasih penyebab kawula muda menggunakan alat bantu penglihatan bernama kacamata?

Kekurangan vitamin A, faktor keturunan/genetik, sering membaca dalam kegelapan/tanpa cahaya/remang-remang, menatap cahaya yang terlalu terang, menonton TV dalam jarak yang terlalu dekat, membaca buku dengan posisi tidak wajar, dan menatap satu objek dalam waktu yang lama. Misal nih main games di komputer 24 jam non-stop.

Mata yang dipaksa kerja keras menatap satu objek jarak dekat dalam waktu yang lama pasti akan mengalami kelelahan/kerusakan. Sepertinya menatap ke layar komputer dalam waktu yang lama adalah salah satu penyebab saya berkacamata. Selain karena saya hobi membaca buku dengan posisi tidak wajar di dalam kegelapan sih.

Ini semualah yang menyebabkan kawula muda terpaksa menggunakan kacamata negatif karena rata-rata dari kita mengalami miopi/rabun jauh. Seperti ini gambarannya : Lanjutkan membaca Fakta-Fakta Berkacamata

Ada Kesalahan Penulisan Nama Pada Tiket Pesawat? Jangan Panik!

Hari ini adalah hari yang mendebarkan buat saya dan partner in crime saya. Oh, bukan! Bukannya kami mau ijab kabul hari ini! Tenang! HA HA HA

Ceritanya kan kita pulang-pergi dari Turki ke Indonesia dan sebaliknya, itu barengan. Hari ini dia booking tiket buat kita berdua dari Istanbul ke Izmir. Ceritanya panjang banget sampai akhirnya kita memutuskan untuk beli tiket pesawat Pegasus. Maklum, mahasiswa. Di samping jam penerbangan, kita juga harus memperhatikan biayanya. Apalagi, akhir-akhir ini harga tiket pesawat Istanbul-Izmir mahalnya bikin pingsan.

Temen saya bilang, dia harus coba berkali-kali sebelum akhirnya bisa memperoleh tiket Pegasus yang hanya tersisa 5 kursi itu! Setelah beli, dia langsung kirim eticket ke saya melalui whatsapp. Karena buru-buru, ternyata di tiket itu penulisan nama saya SALAH, pemirsa! S-A-L-A-H! 

Oh Tuhan! Dosa saya apa?!!! Lanjutkan membaca Ada Kesalahan Penulisan Nama Pada Tiket Pesawat? Jangan Panik!

Tips Cerdas Belanja Online

Perdebatan antara enak tinggal di desa atau di kota sepertinya sudah bukan perdebatan pribadi lagi. Hehe. Maksudnya, teman-teman saya yang menetap di kota selalu mengeluh soal kebisingan kota. Sedangkan saya yang tinggal di desa, menetap di kota adalah sebuah impian, mengingat kemudahannya dalam berbagai hal. Oke, di desa memang tidak bising. Bahkan lampu merah saja tidak ada. Padahal jumlah pengendara di desa juga tidak sedikit lho. Mungkin memang tidak seramai di perkotaan, tapi tetap saja ramai setiap jam anak sekolah. Karena di desa saya tidak ada transportasi umum, setiap orang dipaksa untuk memiliki kendaraan pribadi serupa sepeda motor. Jadi, kalau membayangkan keramaian seperti lalu lalang bus, truk dan angkot, memang tidak ada. Tapi kalau motor, duh ah coba saja ke luar rumah jam 6-7 pagi. Rameeee!

Kenapa jadi ngomongin transportasi yak? :mrgreen:

Selain masalah transportasi, hal yang membuat saya paling males adalah mengenai ketersediaan barang-barang kebutuhan. Salah satunya dan yang sangat penting adalah buku-buku baru. Untuk membeli buku saja, saya harus naik bus 2 jam ke kota Jember; kota tetangga. Gilee! Eh, tapi baru-baru ini syukur sekali ada toko buku berjarak 1 jam naik motor dari rumah saya. Nggak perlu lagi deh jauh-jauh ke kota tetangga demi menikmati buku baru.

Untuk memenuhi hasrat haus bacaan selain dengan membeli, tentu saja adalah dengan meminjam. Yang jadi masalah adalah, desa saya tidak/belum memiliki perpustakaan umum. Sedih deh. Dulu sih pas SMA bisa pinjam di perpus sekolah. Nah sekarang pas udah kuliah dan lagi liburan di kampung halaman, sulit sekali memperoleh buku. Mungkin satu-satunya yang bikin saya pengin segera kembali ke tanah rantau adalah perpustakaan kampus dan segala ketersediaan barang-barang kebutuhan.

Nah, buat tipe orang yang males gerak kayak saya, belanja buku online adalah kemungkinan cemerlang. Bayangin deh, tinggal berbaring di atas kasur, buku keinginan kita akan dikirim ke rumah. Hihi. Tapi Lanjutkan membaca Tips Cerdas Belanja Online

Don’t Be Yourself!

Don’t be yourself! Nope, saya nggak salah nulis. Ini mungkin tulisan yang debatable yah.

8966767_orig
sumber : crimeandpunishmentbook.weebly.com

Buat saya, be yourself itu nggak sepenuhnya bener atau dapat berlaku. Kita tuh nggak hidup sendiri di dunia ini. Kita harus peduliin aturan; orang lain. Contoh simpel adalah kalau kamu pengin semir rambut warna merah sedangkan sekolahmu melarang pewarnaan rambut. Kalau nggak ikut aturan, ya kamu bakal dapat hukuman/sanksi. Kalau kamu bilang pengin warna merah dan berani beda asal jadi dirimu sendiri… sesuai dengan hatimu, ya tinggal di hutan sono dimana kamu bisa ngapain aja sebebasnya. Eh, hutan siapa dulu, tapi? Bakal tetep ada aturan dong. Kita hidup kan butuh norma, adab, etika, aturan. Buat apa sih? Ya buat ngatur hidup kita. Norma itu perihal yang udah disetujui atau perjanjian tidak langsung antar masyarakat. Kalau mau hidup di antara masyarakat, ya nurut sama keputusan bersama. Emang nggak adil bagi Lanjutkan membaca Don’t Be Yourself!