Sebab Setiap Individu itu Berbeda

TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN MENJADI BERBEDA

different

Pinterest

Heran sama society yang menertawakan dan/ merasa kasihan pada beberapa golongan yang lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendirian atau di rumah saja. Maksudnya, ada loh orang yang hobinya beda dari kita. Ada loh yang sumber kebahagiaannya beda dari kita. Ada orang suka makan kue-kue manis dan ada orang yang suka makan asinan. Ada orang yang ingin mengubah penampilannya, isi kepalanya, kekuatan fisiknya, hingga orang sakit yang hanya ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Setiap orang berasal dari latar belakang berbeda. Dibesarkan oleh kondisi berbeda. Melalui rintangan dan luka yang tidak sama. Lalu bagaimana kita bisa mengharapkan setiap orang sama?

Sayangnya, kebanyakan kalangan memilih untuk menutup mata. Dunia seolah hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang suka berada di luar rumah dan pergi rame-rame.

Lucu aja. Baca lebih lanjut

Iklan

Video Blog Baru

Hi! Cuma mau menginformasikan bahwa sekarang Naelil The Climber ada video blognya. Sebenernya agak ragu mau bikin vlog. Tapi berhubung banyak yang request, saya pun membuatnya. Sama dengan blog ini, vlog Naelil The Climber juga akan membahas seputar kehidupan mahasiswa/i Indonesia di Turki, beasiswa Turki, budaya Turki, Indonesia, random thoughts, hingga mungkin video lucu-lucuan. Ayo yang dulu minta vlog, sekarang wajib subscribe dan like. Hahaha. Anyway, kamu juga bisa request video lho. Kalau penasaran tentang Turki atau apapun yang berkaitan, silahkan kirim pesan di kolom komentar ya.

Ini adalah video blog pertama saya :

11.jpg

Jangan lupa nonton ya 🙂

Terima kasih!

Membandingkan Diri dengan Orang Lain

i love myself

dreamerstime.com

Sikap membandingkan diri dengan orang lain, rasanya tidak akan bisa lepas dari hidup kita. Setiap waktu, setiap saat, manusia membutuhkan perbandingkan untuk menilai sesuatu; termasuk dirinya sendiri. Ibaratnya ketika kita membeli barang, pasti akan melakukan perbandingan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian.

Bagi saya, kesuksesan dapat dilihat dari seberapa bermanfaatnya diri bagi orang lain.  Ini semacam pembuktian bahwa kehadiran kita itu penting. Kalau ada tidaknya orang, tidak memberikan perbedaan, artinya tidak berguna dong dalam konteks tertentu itu.

Saya termasuk orang yang cukup sering membandingkan diri dengan patokan usia. Jika saya melihat orang yang cukup sukses di usia saya atau bahkan lebih muda, saya suka sedih ketika berkaca pada diri sendiri. Sayangnya, itu sering saya lakukan. Padahal, membandingkan diri dengan orang lain itu bagusnya supaya kita termotivasi untuk lebih maju. Bukannya merasa kurang percaya diri dan tertekan. Padahal nih ya, yang dilalui setiap orang itu tidak sama. Ini bukan berarti bahwa kita perlu membandingkan diri siapa yang paling menderita hidupnya, terus merasa bahwa diri sendiri menderitanya kebangetan tapi nggak sukses-sukses. Enggak ya… Kamu nggak akan bisa sepenuhnya memahami apa yang sudah dilalui orang lain sebelum kamu jadi diri orang lain tersebut! Sekedar dengar cerita, apalagi. Nggak akan bisa.

Jangan juga membandingkan bahwa orang tertentu itu sangat beruntung, sedangkan kamu dipenuhi kesialan. Baca lebih lanjut

Fakta-Fakta Berkacamata

Setahun sudah saya berkacamata.

Zaman SMP dulu, tiap kali ikut suatu kompetisi dan menemukan pesaing berkacamata, pasti udah minder duluan. Entah kenapa, sosok berkacamata itu selalu menguarkan imej kutu buku yang isi kepalanya tumpeh-tumpeh, mendalam dan mendetail.

Sebetulnya, apasih penyebab kawula muda menggunakan alat bantu penglihatan bernama kacamata?

Kekurangan vitamin A, faktor keturunan/genetik, sering membaca dalam kegelapan/tanpa cahaya/remang-remang, menatap cahaya yang terlalu terang, menonton TV dalam jarak yang terlalu dekat, membaca buku dengan posisi tidak wajar, dan menatap satu objek dalam waktu yang lama. Misal nih main games di komputer 24 jam non-stop.

Mata yang dipaksa kerja keras menatap satu objek jarak dekat dalam waktu yang lama pasti akan mengalami kelelahan/kerusakan. Sepertinya menatap ke layar komputer dalam waktu yang lama adalah salah satu penyebab saya berkacamata. Selain karena saya hobi membaca buku dengan posisi tidak wajar di dalam kegelapan sih.

Ini semualah yang menyebabkan kawula muda terpaksa menggunakan kacamata negatif karena rata-rata dari kita mengalami miopi/rabun jauh. Seperti ini gambarannya : Baca lebih lanjut

Dunia (Bukan) Milik Kita

Kemarin Senin rasanya saya ditimang-timang oleh dosen di tiga mata kuliah dari pagi sampai sore. Eh, hari ini… saya dibuat terpukul dengan ucapan pegawai di universitas. Apasih kalian nyebutnya… TU ya?

Beberapa hari yang lalu, teman saya ngerasa kalau kebanyakan orang yang punya jabatan tinggi itu nggak ramah, agak sombong dan segan menolong, kita nyebutnya. Sedangkan orang yang jabatannya tidak begitu tinggi, maaf, justru ramah dan baiknya bukan main. Kemudian saya pun berpikir… mana mungkin? Sedangkan hampir seluruh dosen saya di fakultas itu baiknya minta ampun! Termasuk pimpinan jurusan! Serius. Atau saya saja yang diberkahi?

Hari ini, apa yang dikatakan teman saya ada benarnya juga ternyata. Mungkin memang tidak kebanyakan, tapi peluang yang jabatannya tinggi untuk jadi sombong ke orang lain itu besar. Terus, apa bedanya?

Kenapa sih orang yang jabatannya tinggi itu sombong, nggak pedulian, nggak punya simpati apalagi empati? Baca lebih lanjut

Nikah Muda, Yuk! Eh?

 

alasan-larissa-chou-dan-alvin-faiz-menikah-muda

Anak Ustadz Arifin Ilham, Alvin Faiz dan istrinya, Larissa Chou [sumber : islamidia]

Summer ini, banyak banget teman atau kenalan saya yang menikah. Baik teman SMA maupun teman yang saya kenal ketika kuliah di Turki. Kalau yang dari Turki, rata-rata yang menikah itu lelakinya yang S2 di Turki dengan pasangannya sendiri *iyalah*, atau perempuan yang masih S1 di Turki dengan pasangannya sendiri juga. Seangkatan saya lah usianya; masih terhitung muda. Ciee…

Saya nggak pernah ada perlawanan terhadap teman-teman yang menikah muda. Yaiyalah ya, emang saya bisa apa? Halangin pernikahan mereka? :mrgreen: Lagian salut buat para lelaki yang berani langsung lamar tanpa ngajakin berlama-lama menjalin hubungan haram dulu. Kebetulan teman-teman S1 saya di Turki emang pada langsung nikah gitu tanpa pacaran.

Tapi…

Baca lebih lanjut

Ada Kesalahan Penulisan Nama Pada Tiket Pesawat? Jangan Panik!

Hari ini adalah hari yang mendebarkan buat saya dan partner in crime saya. Oh, bukan! Bukannya kami mau ijab kabul hari ini! Tenang! HA HA HA

Ceritanya kan kita pulang-pergi dari Turki ke Indonesia dan sebaliknya, itu barengan. Hari ini dia booking tiket buat kita berdua dari Istanbul ke Izmir. Ceritanya panjang banget sampai akhirnya kita memutuskan untuk beli tiket pesawat Pegasus. Maklum, mahasiswa. Di samping jam penerbangan, kita juga harus memperhatikan biayanya. Apalagi, akhir-akhir ini harga tiket pesawat Istanbul-Izmir mahalnya bikin pingsan.

Temen saya bilang, dia harus coba berkali-kali sebelum akhirnya bisa memperoleh tiket Pegasus yang hanya tersisa 5 kursi itu! Setelah beli, dia langsung kirim eticket ke saya melalui whatsapp. Karena buru-buru, ternyata di tiket itu penulisan nama saya SALAH, pemirsa! S-A-L-A-H! 

Oh Tuhan! Dosa saya apa?!!! Baca lebih lanjut