Review Antologi Puisi Hujan Bulan Juni

Judul Buku : Hujan Bulan Juni (Sepilihan Sajak)

Penulis : Sapardi Djoko Damono

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun : Cetakan keenam, Desember 2015

Kota : Jakarta

Jumlah Halaman : x+ 120 hlm.

Sajak-sajak 1971 umumnya adalah sajak-sajak yang bila dibaca penyair lain akan menimbulkan seru, “Mengapa saya tidak menulis seperti itu tentang itu!”. Dengan kata lain, merupakan puisi-puisi yang harus (karena layak) dicemburui… (Goenawan Mohamad)

…ia telah menciptakan genre baru dalam kesusastraan Indonesia, yang sampai kini belum ada nama yang sesuai untuknya… Ia seorang penyair yang orisinil dan kreatif, yang eksperimen-eksperimennya – inovasi yang sangat mengejutkan dalam segala kesederhanaannya… (A. Teeuw)

Setelah uring-uringan lantaran kehausan buku bacaan akibat tidak ada toko buku ataupun perpustakaan umum di kampung *kode minta sumbangan buku*, Baca lebih lanjut

Iklan

Puisi dimuat di Radar Banyuwangi 2014 : Duri dalam Tepung

Biasanya sih kalau karyaku dimuat di Koran, pembina KIR-ku selalu bilang. Beliau kan langganan koran harian gitu. Tapi kali ini enggak 😦 Ya, nggak apa-apa sih mungkin beliau enggak lihat. 😀 Anyway busway, ini sedikit freak. Entah gimana aku bisa nulis tentang duri dalam tepung. Bisa ya? Entahlah. Just take it easy and enjoy! 🙂

Duri dalam Tepung
(Oleh : Naelil)

Sangat dekat
Bahkan terbilang sobat
Selalu dalam satu mufakat
Di setiap harakat
Ya…
Kepercayaanku padamu tak punya sekat
Terlanjur pekat
Hangat

Hingga… kau tiup lentera merahku
Sebarkan paku
Lukai tiap jemariku
Robohkan tiang semangatku
Kau bagai duri dalam tepung terigu
Rasuk jiwaku dahulu
Hingga anggapmu sahabat sejatiku
Lalu perlahan kau hancurkanku
Tanpa maaf; tanpa rasa bersalah
Kau abai seolah tak bersisa kisah
Apapun yang kita lalui dalam masa kuat dan lemah

Puisi dimuat di Media Pendidikan, September 2013 : Merindu di Hari Suci

Merindu di Hari Suci
(Oleh : Naelil)

1. Puisi Merindu di Hari Suci - Media Pendidikan September 2013

Meringkuk di sudut singlu
Kuterdiam dalam beku
Hening pilu akan kata rindu
Yang mengintai bak sembilu
Aroma itu menyusup sendu
Kala genderang mengatasnamakan lebaran mulai mendayu-dayu
Dan hatiku kian meramu
Aku rindu ibu
Belai jejak itari langkah
Aku menangis terpongah-pongah
Luka hati tiada bersimbah
Darah busuk bercampur nanah
Hilang sudah! Baca lebih lanjut

Puisiku : Elegi Duka Pertiwi

Puisi berikut merupakan sebuah puisi karya saya, Naelil, yang menjadi juara I pada lomba cipta dan baca puisi Agustus 2013 yang diselenggarakan oleh Rumah Belajar Shopia yang terdapat di kawasan Banyuwangi selatan.

Elegi Duka Pertiwi
(Naelil)

Jalan setapak mulai lengang
Bukan karena rakyatnya bersitegang
atau bahkan ada sebuah larangan
Bukan……
Baca lebih lanjut