Farabi di Kota yang Katanya `Paling Konservatif di Turki`

exchange program
pinterest

Salah satu aktivitas yang cukup diminati mahasiswa adalah program pertukaran pelajar di universitas lain. Tak terkecuali untuk mahasiswa di kampus Turki dengan tiga program pertukarannya yaitu Erasmus, Mevlana, dan juga Farabi. Meskipun begitu, yang paling banyak peminatnya – setidaknya begitulah di universitas tempat saya belajar – adalah program pertukaran Erasmus. Program yang dinaungi oleh Uni Eropa ini mengizinkan mahasiswa di universitas Eropa termasuk Turki untuk melakukan pertukaran selama satu atau dua semester. Beasiswanya meliputi tuition fee dan uang saku yang nilainya berbeda-beda antar negara, yaitu 300-500 Euro per bulan. Sedangkan untuk tiket pesawat dan pengurusan visa, ditanggung sendiri.

Secara singkat, proses seleksi Erasmus terdiri dari 3 tahap yaitu administrasi, tes tulis, dan juga interview dengan total poin 50% dari GPA, 25% dari tes tulis, dan sisanya dari interview. Mahasiswa bebas memilih maksimal 5 universitas. Sistem pilihnya sama seperti SNMPTN/SBMPTN.

Berbeda dengan Erasmus, Mevlana dan Farabi merupakan program pertukaran yang dibawahi oleh Dewan Pendidikan Tinggi Turki. Mevlana merupakan program pertukaran ke negara-negara di luar Eropa seperti Amerika sampai Asia meliputi China, Korea Selatan, hingga Indonesia. Sedangkan Farabi merupakan program pertukaran ke universitas-universitas lain di dalam Turki.

Karena saya belum ada kesempatan ikut Mevlana, jadi kurang tahu proses seleksinya. Padahal mah pengin banget ke Korea Selatan atau China. Sayangnya, waktu itu program Mevlana di jurusan saya belum dibuka.

Farabi sendiri proses seleksinya lebih simpel. Cukup seleksi administrasi. Tapi kita hanya bisa memilih satu universitas saja. Setelah dokumen kita dikirim ke universitas tujuan, mereka akan menyeleksi calon berdasarkan IPK-nya. Beasiswa program ini sistemnya juga mirip seperti Erasmus yaitu tuition fee dan uang saku senilai 500 Turkish Lira per bulan. Kalah banyak sih dibanding uang saku Erasmus karena memang hidup di Turki masih jauh lebih murah daripada di Eropa. Ya meskipun sebagian sisi Istanbul dikatakan sebagai Eropa juga. :mrgreen:

Proses pendaftaran ketiga program tersebut biasanya dilakukan di awal tahun secara berurutan. Seperti saat ini nih.

Baca : Catatan Erasmus (Spring 2016/2017)

Kali ini mau cuap-cuap soal Farabi (Fall 2018/2019) di Selcuk University yang terletak di kota Konya.

Baca : Perbandingan 2 Universitas di Turki; Ege (Izmir) dan Selcuk (Konya)

Kenapa sih ikut Farabi? Itu kan cuma pertukaran di dalam Turki?

Iya sih. Sayangnya, sejak akhir tahun 2017 lalu, mahasiswa asing yang kuliah di Turki dengan program beasiswa penuh dari pemerintah Turki tidak diperbolehkan lagi untuk mengikuti program Erasmus dan Mevlana. Sekedar informasi aja untuk calon mahasiswa dari Indonesia yang niatannya kuliah di Turki untuk mengikuti kedua program tersebut.

Nah, karena kedua program tersebut sudah tidak diperbolehkan, larilah saya ke Farabi.

Kenapa lari?

Sebenarnya ini salah satu cara lari dari kenyataan sih :mrgreen:

Lanjutkan membaca Farabi di Kota yang Katanya `Paling Konservatif di Turki`

Perbandingan 2 Universitas Turki; Ege University (Izmir) dan Selcuk University (Konya)

Sebenernya udah planning nulis tentang ini dari zaman jahiliah. Berhubung banyak banget alasan sok sibuk urusin feed akun instagram baru – follow ya @portrayalofawanderlust yang berisi hasil jepretan sederhana ngebolang :mrgreen: – jadilah urusan blog terbengkalai. Udah agak basi juga mengingat pendaftaran program beasiswa pemerintah Turki tahun ini sudah mau ditutup. Bisa diaplikasikan untuk jadi referensi pendaftaran tahun depan, ya.

Sebelumnya, perkenalan dulu. Perlu dipahami bahwa penilaian ini sifatnya subjektif. Kalau mau tau penilaian kualitas kampus berdasarkan research dls, bisa dilihat di webometrics, topuniversities, mastersportal, 4icu, dan masih banyak lagi. Sebaliknya, penilaian ini hanya berdasar pada pengalaman yang dialami oleh mahasiswi akhir program S1 Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Ege University – yang kemudian disebut Ege saja – yang ditakdirkan mengeyam pendidikan di jurusan sama di Selcuk University – yang kemudian disebut Selcuk saja – selama satu semester. Monggo disimak. 

Ege University Logo
Berdiri sejak 1955 di IZMIR
Selcuk University Logo
Berdiri sejak 1975 di KONYA

PERPUSTAKAAN

Biasanya nih, yang dicari dari sebuah kampus tak luput dari fasilitasnya. Salah satu yang signifikan menurut saya adalah perpustakaannya. Lanjutkan membaca Perbandingan 2 Universitas Turki; Ege University (Izmir) dan Selcuk University (Konya)

#BincangBeasiswa Tanoto

Seperti yang sudah saya janjikan, setelah #BincangBeasiswa Kuliah di Turki, #BincangBeasiswa Kuliah di Jepang#BincangBeasiswa Kuliah di China dan #BincangBeasiswa Mahasiswa Berprestasi, saya akan bahas mengenai Beasiswa Tanoto. Sekilas mendengarnya, mungkin seperti beasiswa ke Jepang ya. Tapi tidak. Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa/i yang berkuliah di Indonesia. Simak persyaratan lengkapnya di sini.

Kabar baiknya adalah bahwa seleksi beasiswa Tanoto Foundation National Champion Scholarship 2017 masih dibuka sampai tanggal 15 Maret 2017 nanti. Yang berminat, buruan cek website-nya ya. Mengenai persyaratan hingga proses seleksi sudah lengkap di sana. Kalau kamu punya pertanyaan, langsung saja tanyakan di kolom komentar. Insya Allah admin-nya akan menjawab pertanyaan kamu tanpa loading apalagi not responding. Saking lengkapnya, narasumber dan saya sempat bertukar selorohan bahwa sebetulnya interview kecil ini tidak begitu penting. 😀 Kan udah lengkap semua di website Tanoto. Namun tetap saja ya, yang namanya #BincangBeasiswa tidak akan seru tanpa narasumber serupa alumni penerima beasiswa tersebut. Jadi, siapa sih narasumber kita kali ini?

Dia adalah Wahyuningyan Arini, mahasiswi aktif jurusan Biologi di Universitas Brawijaya, Malang.

Bagi yang memiliki pertanyaan tentang beasiswa Tanoto ataupun jurusan Biologi di Universitas Brawijaya, boleh kontak langsung melalui facebook Lanjutkan membaca #BincangBeasiswa Tanoto

#BincangBeasiswa Mahasiswa Berprestasi

Kalau kemarin kita sudah bahas mengenai beasiswa kuliah di China, kali ini kita akan membahas tentang beasiswa kuliah di Indonesia. Sebetulnya, asal kita mau mencari, banyak kok beasiswa kuliah di Indonesia semacam beasiswa dari kampusnya langsung, beasiswa Tanoto (red: #BincangBeasiswa berikutnya akan membahas ini), Bidik Misi, BII Maybank ataupun beasiswa lainnya. Tergantung bagaimana kita saja. Ingat pepatah ‘when there is a will, there is a way’ kan?

Mulanya, tujuan saya menulis #BincangBeasiswa adalah mengajak alumni SMAN 1 Pesanggaran penerima beasiswa kuliah untuk berbagi kisah perjuangannya supaya memotivasi adik-adik di SMA tempat saya dulu bernaung itu.

Kenapa?

Saya sudah pernah membahas bahwa SMA kami itu letaknya di desa. Jadi, zaman saya dulu (red: tahun 2011-2014), masih banyak siswa-siswi yang pupus harapan kuliah karena kendala ekonomi ataupun mindset keluarga yang berpikir bahwa bekerja setelah lulus SMA lebih baik daripada sekolah terus. Tapi saya percaya, apapun impian kita, entah itu kuliah atau berwirausaha pasti akan terwujud selama kita terus berikhtiar dan tawakal.

Semua itu mungkin loh. Percaya deh!


16507219_1307801819256598_522495897_n
dokumen pribadi Ayu

Kalem ya kelihatannya? Hehe. Padahal Ayu-narasumber kita kali ini- tergabung di UKM Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di kampusnya.

PSHT adalah  adalah suatu persaudaraan perguruan silat Lanjutkan membaca #BincangBeasiswa Mahasiswa Berprestasi

#BincangBeasiswa Kuliah di China

Salah satu topik yang paling sering dicari pembaca di blog ini adalah topik mengenai pendidikan. Apalagi beasiswa, wuih rame. Ada ratusan komentar berdatangan bahkan email dan pesan-pesan yang menyerbu. Salut untuk anak bangsa yang benar-benar serius memperhatikan masa depannya 😀 Terlepas dari adanya sebagian pemuda/i yang bertanya tanpa membaca terlebih dahulu. Ya, setidaknya sudah ada usaha bertanya, kata saya.

Kali ini saya akan membahas mengenai Beasiswa Esa Unggul. Narasumber kita adalah penerima Beasiswa Esa Unggul 2016, Nadya Tiffani Tinezia, alumni SMAN 1 Pesanggaran 2016 yang diterima di program studi Business Mandarin di Nanjing Xiaozhuang University. Sebelum berkenalan lebih lanjut dengan narasumber, bagi peminat beasiswa ini silahkan baca-baca di sini. Kebetulan untuk tahun 2017, beasiswanya sudah dibuka.

Baca juga : Beasiswa Kuliah di Turki

Baca juga : Beasiswa Kuliah di Jepang

15203389_783645008442314_7201828601508394704_n.jpg
dokumen pribadi Nadya

Nadya Tiffani Tinezia, atau yang biasa dipanggil Nadya maupun Fani merupakan mahasiswi aktif program studi Business Mandarin di Nanjing Xiaozhuang Lanjutkan membaca #BincangBeasiswa Kuliah di China

Kuliah di Turki dengan Beasiswa Türkiye Bursları (Frequent Ask Question/FAQ)

Jika kamu berminat untuk kuliah di  Turki dengan beasiswa dari pemerintah Turki, sebelum membaca FAQ, alangkah baiknya untuk membaca tulisan saya ini. Lebih lengkapnya, bisa cek website Türkiye Bursları.

Hallo!

Beasiswa Türkiye Bursları dari pemerintah Turki akan segera dibuka. Seiring dengan hal itu, kami para penerimanya pun diserbu banyak pertanyaan oleh peminat beasiswa ini. Mulai dari pertanyaan yang keren, sampai pertanyaan yang bikin jidad berkerut.

Bagi kamu yang menginginkan beasiswa, semangatlah melakukan research karena beasiswa bukanlah untuk pejuang malas. Yang mau beasiswa itu banyak loh, guys. Jadi jangan berharap menang kalo kerjaannya males-malesan. Ok?

Saya dan beberapa penerima beasiswa Turki seringkali memperoleh pertanyaan mencengangkan. Misalnya saja beberapa di bawah ini.

Q : Kak, aku udah baca blog kakak tentang beasiswa Turki (Türkiye Bursları). Udah baca web nya juga. Syarat-syarat untuk mendaftar beasiswa Turki apa aja ya kak?

Katanya udah baca? Persyaratan adalah hal yang sangat dasar ya… Please dibaca dulu sebelum tanya. Dikorek-korek website nya. Jangan Lanjutkan membaca Kuliah di Turki dengan Beasiswa Türkiye Bursları (Frequent Ask Question/FAQ)

Wawancara Beasiswa Turki (Turkiye Burslari)

Dalam postingan yang entah ke berapa dan yang mana, saya pernah berjanji untuk menulis cerita wawancara beasiswa Turki (Turkiye Burslari). Meskipun bisa dibilang sudah sangat terlambat, mengingat saya adalah grantee 2014 yang wawancaranya ya tahun lalu. FYI, untuk tahun 2015 ini, Turkiye Burslari sudah ditutup ya… Proses wawancaranya pun sudah selesai. Tinggal pengumuman hasil akhir.

Untuk tahu lebih lanjut mengenai cara mendaftar beasiswa ini, silahkan klik di sini.

Mengandalkan ingatan yang bersifat tidak abadi, saya menerima undangan wawancara beasiswa Turki ketika sedang berada di Yogyakarta. Saat itu, saya sedang dalam proses daftar ulang kampus. Selain daftar ulang kampus, juga Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris sehingga setidaknya saya harus berada di Yogyakarta selama tiga hari berturut-turut.

Saya datang ke Yogyakarta sejak beberapa hari sebelumnya untuk menyikapi kemacetan, kelelahan dan sejenisnya. Di antara satu minggu di Yogyakarta, saya mendapati email undangan wawancara beasiswa Turki. Padahal, gara-gara diterima di kampus tersebut Lanjutkan membaca Wawancara Beasiswa Turki (Turkiye Burslari)

Kuliah di Turki dengan Beasiswa

#BincangBeasiswa Kuliah di Turki

Sebelumnya, saya minta maaf atas keterlambatan menulis postingan ini. Padahal, niat awal menulis yaitu tepat sehari setelah saya tiba di kota Izmir, Turki. Namun ternyata kesibukan mengurus ini-itu telah membelenggu. Lagipula, saya rasa postingan dari penerima beasiswa lainnya sudah banyak. Hehe

Jadi, untuk kuliah di luar negeri, atau istilah kerennya study abroad, dapat dilakukan melalui beberapa cara :
1. Biaya orang tua
2. Biaya sendiri (sembari kerja paruh waktu/part-time job)
3. Student loan
4. Beasiswa

Baiklah. Seperti judulnya, saya akan memposting salah satu cara bersekolah di luar negeri, yaitu melalui beasiswa. Beasiswa yang saya bicarakan adalah Lanjutkan membaca Kuliah di Turki dengan Beasiswa

Sampai Jumpa Mitsui Bussan Scholarship

#BincangBeasiswa Kuliah di Jepang

Mau curhat. Sabtu, 29 Maret 2014 di sore hari kalo nggak salah, saya pergi ke warnet untuk kepoin blog senior-senior yang berhasil lolos di Monbukagakusho Scholarship. Ngomong-ngomong, dulu awal masuk SMA, saya emang sempat mikir buat S1 di luar negeri. Tapi waktu awal kelas XII, saya mulai mencoba realistis. Realistis atau takut bermimpi? Entahlah. Saya pikir untuk sekolah di luar negeri nanti saja buat S2.

Tapi waktu saya searching tentang Monbukagakusho, saya nyasar di situs Mitsui-Bussan. Awalnya bingung, Lanjutkan membaca Sampai Jumpa Mitsui Bussan Scholarship