Cara Menikmati Hidup dan Mengurangi Kegelisahan

UTS beres, dijemput oleh mendung dan hujan tak henti-henti, sesekali dengan petir di tengah musim dingin yang mempercepat tenggelamnya matahari, membuat saya makin nano-nano. Kata internet sih memang ada jenis depresi yang disebabkan oleh musim dingin dan akan hilang seiring kedatangan musim semi. Etdah, depresi banget istilahnya?

Gejalanya seperti banyak tidur, jadi suka makan terlebih yang mengandung karbohidrat, menarik diri dari pergaulan, serta hilang dan berkurangnya motivasi.

Menjadi seseorang yang terjadwal dan terbiasa membuat to-do-list hingga rincian sedetail hari dan jam membuat saya selalu dikejar target dan cenderung jauh dari kata fleksibel.

Saya ingat ketika Euro trip bareng teman kemarin ke Vienna, saya tidak membuat itinerary karena kekurangan waktu. Kami pun hanya berjalan mengikuti kata hati dan peta gratis yang ada di stasiun underground.

Kebalikannya, travel mate saya ini tipe orang yang sangat fleksibel. Ketika saya tertekan gara-gara menganggap jalan-jalan tanpa itinerary itu buang-buang waktu, dia justru menikmati setiap kejutan yang ada dari segala ketidakpastian. Baca lebih lanjut

Iklan

Biaya dan Kelangsungan Hidup Mahasiswa di Turki

Sudah hampir satu bulan laptop saya rusak. Hampir sebulan pula saya hanya bertahan dengan pinjam laptop teman. Untungnya kegiatan kampus tidak membutuhkan laptop setiap saat. Resikonya, saya jadi lupa kalau belum posting apapun di blog bulan ini. Tahu-tahu udah mau November aja.

Selain masih nano-nano mikirin masa depan laptop, bulan ini saya lagi sibuk juga nyusun CV dan nyari tempat buat magang musim panas depan. Tapi nyarinya juga kurang maksimal karena laptop saya rusak. Laptop emang ujung dari segalanya ya. ckckck

Kali ini saya pengin cuap-cuap mengenai biaya dan kelangsungan hidup mahasiswa di kota Izmir, Turki. Yuk yuk yuk bahas satu-satu.

MAKANAN

Genclik Merkezi

Milliyet Blog

Untuk menekan pengeluaran, mahasiswa di sini banyak yang lebih memilih untuk makan siang di Gençlik Merkezi atau markas untuk pemuda-pemudi. Di sana, pemerintah daerah menyediakan makan siang gratis untuk para pelajar. Asyik kan? Saya juga sering mampir ke sana. Makanannya bervariasi setiap hari. Dari mulai nasi, pasta, olahan sayur dan daging, hingga buah-buahan. Meskipun kadang antreannya panjang, tetap seru kok karena rame-rame. Namanya juga makanan gratis.

Kalau nggak gitu, ada juga sebagian mahasiswa yang lebih memilih untuk mengisi perut di rumah makan kampus. Harganya cuma 3tl sekali makan, yaitu kurang dari Rp. 12.000,-. Baca lebih lanjut

Sebab Setiap Individu itu Berbeda

TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN MENJADI BERBEDA

different

Pinterest

Heran sama society yang menertawakan dan/ merasa kasihan pada beberapa golongan yang lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendirian atau di rumah saja. Maksudnya, ada loh orang yang hobinya beda dari kita. Ada loh yang sumber kebahagiaannya beda dari kita. Ada orang suka makan kue-kue manis dan ada orang yang suka makan asinan. Ada orang yang ingin mengubah penampilannya, isi kepalanya, kekuatan fisiknya, hingga orang sakit yang hanya ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Setiap orang berasal dari latar belakang berbeda. Dibesarkan oleh kondisi berbeda. Melalui rintangan dan luka yang tidak sama. Lalu bagaimana kita bisa mengharapkan setiap orang sama?

Sayangnya, kebanyakan kalangan memilih untuk menutup mata. Dunia seolah hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang suka berada di luar rumah dan pergi rame-rame.

Lucu aja. Baca lebih lanjut

Catatan Tentang Bullying

Akhir-akhir ini saya ketagihan banget baca manhwa. Baik genre-nya fantasi, action, bahkan thriller, nemu aja yang namanya kasus bullying atau penindasan. Kebetulan memang setting ceritanya mengenai kehidupan anak sekolah.

bullying

Hipwee

Setiap orang mungkin pernah mengalami bullying, meski sekedar verbal bullying. Saya juga pernah mengalaminya. Yaitu body shaming karena mata saya sipit. Padahal nggak begitu sipit. Setiap saya melakukan sesuatu yang dianggap bertentangan, mereka mengatakan “dasar Cina”, “singkek”, “makanya matanya dibuka dong”. Mungkin kata-kata itu simpel, only for fun. Tapi terkadang terdengar menyakitkan lantaran kata itu menyimpulkan bahwa saya tidak diterima di lingkungan mereka yang mengatakannya. Ya udahlah, sekarang saya udah tidak ambil pusing lagi. Baca lebih lanjut

Enaknya Kuliah di Luar Negeri

DSCN2541

dokumen pribadi

Kadang suka heran sama orang nyinyir yang menghakimi dari permukaan. Gimana yah guys. Bener sih emang kalau nggak nyinyir luarnya, mau nyinyir apanya toh dalemnya nggak kelihatan. Maksudnya sih, boleh aja berpendapat negatif dan positif. Tapi sekiranya menyakiti makhluk Allah yang lain, nyinyirnya simpan sendiri dong. Nggak usah dibagikan.

Kuliah di luar negeri memang banyak dilemanya. Orang berbondong-bondong pengin kuliah di luar negeri gegara lihat instagram mahasiswa di sana. Bayangkan guys, cuma gegara instagram!

Seru bisa temenan dan bercandaan bareng bule!

Keren banget foto-foto sama bangunan khas Eropa! Nih mahasiswa kerjaannya jalan-jalan mulu!

Wuih makanannya mewah-mewah. Enak-enak!

Padahal aslinya itu… Baca lebih lanjut

Membandingkan Diri dengan Orang Lain

i love myself

dreamerstime.com

Sikap membandingkan diri dengan orang lain, rasanya tidak akan bisa lepas dari hidup kita. Setiap waktu, setiap saat, manusia membutuhkan perbandingkan untuk menilai sesuatu; termasuk dirinya sendiri. Ibaratnya ketika kita membeli barang, pasti akan melakukan perbandingan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian.

Bagi saya, kesuksesan dapat dilihat dari seberapa bermanfaatnya diri bagi orang lain.  Ini semacam pembuktian bahwa kehadiran kita itu penting. Kalau ada tidaknya orang, tidak memberikan perbedaan, artinya tidak berguna dong dalam konteks tertentu itu.

Saya termasuk orang yang cukup sering membandingkan diri dengan patokan usia. Jika saya melihat orang yang cukup sukses di usia saya atau bahkan lebih muda, saya suka sedih ketika berkaca pada diri sendiri. Sayangnya, itu sering saya lakukan. Padahal, membandingkan diri dengan orang lain itu bagusnya supaya kita termotivasi untuk lebih maju. Bukannya merasa kurang percaya diri dan tertekan. Padahal nih ya, yang dilalui setiap orang itu tidak sama. Ini bukan berarti bahwa kita perlu membandingkan diri siapa yang paling menderita hidupnya, terus merasa bahwa diri sendiri menderitanya kebangetan tapi nggak sukses-sukses. Enggak ya… Kamu nggak akan bisa sepenuhnya memahami apa yang sudah dilalui orang lain sebelum kamu jadi diri orang lain tersebut! Sekedar dengar cerita, apalagi. Nggak akan bisa.

Jangan juga membandingkan bahwa orang tertentu itu sangat beruntung, sedangkan kamu dipenuhi kesialan. Baca lebih lanjut

Traveling: Sendiri Atau Rame-Rame?

122

Eiffel Tower, Paris (Dokumen Pribadi)

Saya sudah sering kali traveling rame-rame. Tapi, baru pertama kali solo traveling antar-negara kemarin. Rasanya? Hm, seru banget! Apa sih bedanya traveling sendiri dan rame-rame?

Research Tempat Wisata

Kalau kita traveling sendiri, wajib hukumnya untuk melakukan research sendiri mengenai setiap tempat yang akan kita jelajahi. Mulai dari latar belakang tempat tersebut, ada apa aja di sana dan alat transportasi apa yang dapat kita gunakan untuk menjangkaunya. Hal ini akan memakan banyak waktu. Sedangkan ketika kita traveling rame-rame, kita bisa membangun diskusi dan menggabungkan ide bersama. Pasti akan terasa lebih ringan. Ide satu kepala dengan ide lima kepala, tentu saja berbeda.

Biaya

Biasanya, Baca lebih lanjut