Sebab Setiap Individu itu Berbeda

TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN MENJADI BERBEDA

different

Pinterest

Heran sama society yang menertawakan dan/ merasa kasihan pada beberapa golongan yang lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendirian atau di rumah saja. Maksudnya, ada loh orang yang hobinya beda dari kita. Ada loh yang sumber kebahagiaannya beda dari kita. Ada orang suka makan kue-kue manis dan ada orang yang suka makan asinan. Ada orang yang ingin mengubah penampilannya, isi kepalanya, kekuatan fisiknya, hingga orang sakit yang hanya ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Setiap orang berasal dari latar belakang berbeda. Dibesarkan oleh kondisi berbeda. Melalui rintangan dan luka yang tidak sama. Lalu bagaimana kita bisa mengharapkan setiap orang sama?

Sayangnya, kebanyakan kalangan memilih untuk menutup mata. Dunia seolah hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang suka berada di luar rumah dan pergi rame-rame.

Lucu aja. Baca lebih lanjut

Iklan

Catatan Tentang Bullying

Akhir-akhir ini saya ketagihan banget baca manhwa. Baik genre-nya fantasi, action, bahkan thriller, nemu aja yang namanya kasus bullying atau penindasan. Kebetulan memang setting ceritanya mengenai kehidupan anak sekolah.

bullying

Hipwee

Setiap orang mungkin pernah mengalami bullying, meski sekedar verbal bullying. Saya juga pernah mengalaminya. Yaitu body shaming karena mata saya sipit. Padahal nggak begitu sipit. Setiap saya melakukan sesuatu yang dianggap bertentangan, mereka mengatakan “dasar Cina”, “singkek”, “makanya matanya dibuka dong”. Mungkin kata-kata itu simpel, only for fun. Tapi terkadang terdengar menyakitkan lantaran kata itu menyimpulkan bahwa saya tidak diterima di lingkungan mereka yang mengatakannya. Ya udahlah, sekarang saya udah tidak ambil pusing lagi. Baca lebih lanjut

Enaknya Kuliah di Luar Negeri

DSCN2541

dokumen pribadi

Kadang suka heran sama orang nyinyir yang menghakimi dari permukaan. Gimana yah guys. Bener sih emang kalau nggak nyinyir luarnya, mau nyinyir apanya toh dalemnya nggak kelihatan. Maksudnya sih, boleh aja berpendapat negatif dan positif. Tapi sekiranya menyakiti makhluk Allah yang lain, nyinyirnya simpan sendiri dong. Nggak usah dibagikan.

Kuliah di luar negeri memang banyak dilemanya. Orang berbondong-bondong pengin kuliah di luar negeri gegara lihat instagram mahasiswa di sana. Bayangkan guys, cuma gegara instagram!

Seru bisa temenan dan bercandaan bareng bule!

Keren banget foto-foto sama bangunan khas Eropa! Nih mahasiswa kerjaannya jalan-jalan mulu!

Wuih makanannya mewah-mewah. Enak-enak!

Padahal aslinya itu… Baca lebih lanjut

Membandingkan Diri dengan Orang Lain

i love myself

dreamerstime.com

Sikap membandingkan diri dengan orang lain, rasanya tidak akan bisa lepas dari hidup kita. Setiap waktu, setiap saat, manusia membutuhkan perbandingkan untuk menilai sesuatu; termasuk dirinya sendiri. Ibaratnya ketika kita membeli barang, pasti akan melakukan perbandingan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian.

Bagi saya, kesuksesan dapat dilihat dari seberapa bermanfaatnya diri bagi orang lain.  Ini semacam pembuktian bahwa kehadiran kita itu penting. Kalau ada tidaknya orang, tidak memberikan perbedaan, artinya tidak berguna dong dalam konteks tertentu itu.

Saya termasuk orang yang cukup sering membandingkan diri dengan patokan usia. Jika saya melihat orang yang cukup sukses di usia saya atau bahkan lebih muda, saya suka sedih ketika berkaca pada diri sendiri. Sayangnya, itu sering saya lakukan. Padahal, membandingkan diri dengan orang lain itu bagusnya supaya kita termotivasi untuk lebih maju. Bukannya merasa kurang percaya diri dan tertekan. Padahal nih ya, yang dilalui setiap orang itu tidak sama. Ini bukan berarti bahwa kita perlu membandingkan diri siapa yang paling menderita hidupnya, terus merasa bahwa diri sendiri menderitanya kebangetan tapi nggak sukses-sukses. Enggak ya… Kamu nggak akan bisa sepenuhnya memahami apa yang sudah dilalui orang lain sebelum kamu jadi diri orang lain tersebut! Sekedar dengar cerita, apalagi. Nggak akan bisa.

Jangan juga membandingkan bahwa orang tertentu itu sangat beruntung, sedangkan kamu dipenuhi kesialan. Baca lebih lanjut

Traveling: Sendiri Atau Rame-Rame?

122

Eiffel Tower, Paris (Dokumen Pribadi)

Saya sudah sering kali traveling rame-rame. Tapi, baru pertama kali solo traveling antar-negara kemarin. Rasanya? Hm, seru banget! Apa sih bedanya traveling sendiri dan rame-rame?

Research Tempat Wisata

Kalau kita traveling sendiri, wajib hukumnya untuk melakukan research sendiri mengenai setiap tempat yang akan kita jelajahi. Mulai dari latar belakang tempat tersebut, ada apa aja di sana dan alat transportasi apa yang dapat kita gunakan untuk menjangkaunya. Hal ini akan memakan banyak waktu. Sedangkan ketika kita traveling rame-rame, kita bisa membangun diskusi dan menggabungkan ide bersama. Pasti akan terasa lebih ringan. Ide satu kepala dengan ide lima kepala, tentu saja berbeda.

Biaya

Biasanya, Baca lebih lanjut

3 Film yang Menginspirasi

Saya bukan tipe orang yang begitu suka dengan film karena durasinya yang terlalu lama. Lebih baik saya menonton Music Video (MV) ataupun video blogger yang rata-rata durasinya hanya 3-10 menit.

Setelah mencoba mengingat-ingat film yang pernah saya tonton, inilah 3 film yang isi ceritanya masih mampu saya putar ulang, begitu pula dengan pesan kesannya yang masih menjadi sumber inspirasi.

  1. Laskar Pelangi
images-1

sumber : Abang Ujang

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

Saya yakin, sebagian besar dari kamu tahu film ini. Jikapun tidak, pasti tahu isinya dari novel ataupun orang lain. Saya pertama kali menonton film ini pada awal masuk SMP, antara akhir 2008 atau awal 2009. Meski berulang kali menonton film ini, saya masih saja dibuatnya menangis. Terlalu dalem…

Lintang adalah tokoh favorit saya; siswa cerdas yang semangat menuntut ilmunya sangat tinggi. Namun terpaksa putus sekolah ketika ayahnya meninggal dan ia sebagai anak sulung harus menafkahi adik-adiknya.

Bagaimana Lintang mengayuh sepeda 80 km untuk sekolah tiap hari dan harus menunggui buaya lewat saja sudah membuat hati saya tercabik-cabik. Apalagi Baca lebih lanjut

Dunia (Bukan) Milik Kita

Kemarin Senin rasanya saya ditimang-timang oleh dosen di tiga mata kuliah dari pagi sampai sore. Eh, hari ini… saya dibuat terpukul dengan ucapan pegawai di universitas. Apasih kalian nyebutnya… TU ya?

Beberapa hari yang lalu, teman saya ngerasa kalau kebanyakan orang yang punya jabatan tinggi itu nggak ramah, agak sombong dan segan menolong, kita nyebutnya. Sedangkan orang yang jabatannya tidak begitu tinggi, maaf, justru ramah dan baiknya bukan main. Kemudian saya pun berpikir… mana mungkin? Sedangkan hampir seluruh dosen saya di fakultas itu baiknya minta ampun! Termasuk pimpinan jurusan! Serius. Atau saya saja yang diberkahi?

Hari ini, apa yang dikatakan teman saya ada benarnya juga ternyata. Mungkin memang tidak kebanyakan, tapi peluang yang jabatannya tinggi untuk jadi sombong ke orang lain itu besar. Terus, apa bedanya?

Kenapa sih orang yang jabatannya tinggi itu sombong, nggak pedulian, nggak punya simpati apalagi empati? Baca lebih lanjut