Note to Self Before Birthday Month

Beauty of diversity
The Freeman Institute

Beberapa waktu lalu, seorang kawan berkata kurang lebih begini, “Aku ngerasa Allah tuh emang kasih apa yang kita butuhkan pada saat itu. Entah dalam bentuk posisi, orang, ataupun benda,” ketika kami berdua membahas mengenai alasan kami berada di posisi saat ini, mengapa kami bertemu dengan orang-orang kurang menyenangkan, dan mengapa begini-begitu. Orang memang suka mempertanyakan hubungan sebab-akibat, ya.

Saya teringat teman pena saya sejak awal masuk SMA. Orang Inggris. Kami cukup dekat dan intense dalam berkomunikasi, namun tidak pernah bertukar sosial media lain di luar email. Dia bilang kalau saya ke Eropa, ke negera mana pun itu, dia akan bisa menemui saya dengan mudah – sebelum isu BREXIT keluar. Nyatanya, ketika saya berkesempatan ke Eropa, kami tidak bisa bertemu karena berbagai alasan. Kini kami sudah lost contact. Setelah dipikir-pikir, mungkin Allah memang mengirim dia untuk saya sebagai lahan belajar Bahasa Inggris dengan native. Mungkin sekarang menurut Allah, saya ataupun dia sudah tidak saling membutuhkan satu sama lain. Mungkin karena saya sudah bisa praktik Bahasa Inggris secara langsung saat ini tanpa perlu mencari teman di dunia maya. Dan pastinya, ada alasan sendiri juga untuk dia.

Di usia saya yang berkepala dua ini, ditambah posisi sebagai mahasiswa akhir, saya sering kali merasa ditekan dan disudutkan dari berbagai arah. Kepala dua itu artinya sudah tidak muda lagi. Tidak ada waktu ‘bermain-main’. Kepala dua artinya adalah waktu untuk membangun rencana dan tahap-tahap untuk menjadi mandiri. Bahkan sudah seharusnya mandiri total. Lanjutkan membaca Note to Self Before Birthday Month

Biaya dan Kelangsungan Hidup Mahasiswa di Turki

Sudah hampir satu bulan laptop saya rusak. Hampir sebulan pula saya hanya bertahan dengan pinjam laptop teman. Untungnya kegiatan kampus tidak membutuhkan laptop setiap saat. Resikonya, saya jadi lupa kalau belum posting apapun di blog bulan ini. Tahu-tahu udah mau November aja.

Selain masih nano-nano mikirin masa depan laptop, bulan ini saya lagi sibuk juga nyusun CV dan nyari tempat buat magang musim panas depan. Tapi nyarinya juga kurang maksimal karena laptop saya rusak. Laptop emang ujung dari segalanya ya. ckckck

Kali ini saya pengin cuap-cuap mengenai biaya dan kelangsungan hidup mahasiswa di kota Izmir, Turki. Yuk yuk yuk bahas satu-satu.

MAKANAN

Genclik Merkezi
Milliyet Blog

Untuk menekan pengeluaran, mahasiswa di sini banyak yang lebih memilih untuk makan siang di Gençlik Merkezi atau markas untuk pemuda-pemudi. Di sana, pemerintah daerah menyediakan makan siang gratis untuk para pelajar. Asyik kan? Saya juga sering mampir ke sana. Makanannya bervariasi setiap hari. Dari mulai nasi, pasta, olahan sayur dan daging, hingga buah-buahan. Meskipun kadang antreannya panjang, tetap seru kok karena rame-rame. Namanya juga makanan gratis.

Kalau nggak gitu, ada juga sebagian mahasiswa yang lebih memilih untuk mengisi perut di rumah makan kampus. Harganya cuma 3tl sekali makan, yaitu kurang dari Rp. 12.000,-. Lanjutkan membaca Biaya dan Kelangsungan Hidup Mahasiswa di Turki

Sebab Setiap Individu itu Berbeda

TIDAK ADA YANG SALAH DENGAN MENJADI BERBEDA

different
Pinterest

Heran sama society yang menertawakan dan/ merasa kasihan pada beberapa golongan yang lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendirian atau di rumah saja. Maksudnya, ada loh orang yang hobinya beda dari kita. Ada loh yang sumber kebahagiaannya beda dari kita. Ada orang suka makan kue-kue manis dan ada orang yang suka makan asinan. Ada orang yang ingin mengubah penampilannya, isi kepalanya, kekuatan fisiknya, hingga orang sakit yang hanya ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Setiap orang berasal dari latar belakang berbeda. Dibesarkan oleh kondisi berbeda. Melalui rintangan dan luka yang tidak sama. Lalu bagaimana kita bisa mengharapkan setiap orang sama?

Sayangnya, kebanyakan kalangan memilih untuk menutup mata. Dunia seolah hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang suka berada di luar rumah dan pergi rame-rame.

Lucu aja. Lanjutkan membaca Sebab Setiap Individu itu Berbeda

Traveling: Sendiri Atau Rame-Rame?

122
Eiffel Tower, Paris (Dokumen Pribadi)

Saya sudah sering kali traveling rame-rame. Tapi, baru pertama kali solo traveling antar-negara kemarin. Rasanya? Hm, seru banget! Apa sih bedanya traveling sendiri dan rame-rame?

Research Tempat Wisata

Kalau kita traveling sendiri, wajib hukumnya untuk melakukan research sendiri mengenai setiap tempat yang akan kita jelajahi. Mulai dari latar belakang tempat tersebut, ada apa aja di sana dan alat transportasi apa yang dapat kita gunakan untuk menjangkaunya. Hal ini akan memakan banyak waktu. Sedangkan ketika kita traveling rame-rame, kita bisa membangun diskusi dan menggabungkan ide bersama. Pasti akan terasa lebih ringan. Ide satu kepala dengan ide lima kepala, tentu saja berbeda.

Biaya

Biasanya, Lanjutkan membaca Traveling: Sendiri Atau Rame-Rame?

3 Film yang Menginspirasi

Saya bukan tipe orang yang begitu suka dengan film karena durasinya yang terlalu lama. Lebih baik saya menonton Music Video (MV) ataupun video blogger yang rata-rata durasinya hanya 3-10 menit.

Setelah mencoba mengingat-ingat film yang pernah saya tonton, inilah 3 film yang isi ceritanya masih mampu saya putar ulang, begitu pula dengan pesan kesannya yang masih menjadi sumber inspirasi.

  1. Laskar Pelangi
images-1
sumber : Abang Ujang

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

Saya yakin, sebagian besar dari kamu tahu film ini. Jikapun tidak, pasti tahu isinya dari novel ataupun orang lain. Saya pertama kali menonton film ini pada awal masuk SMP, antara akhir 2008 atau awal 2009. Meski berulang kali menonton film ini, saya masih saja dibuatnya menangis. Terlalu dalem…

Lintang adalah tokoh favorit saya; siswa cerdas yang semangat menuntut ilmunya sangat tinggi. Namun terpaksa putus sekolah ketika ayahnya meninggal dan ia sebagai anak sulung harus menafkahi adik-adiknya.

Bagaimana Lintang mengayuh sepeda 80 km untuk sekolah tiap hari dan harus menunggui buaya lewat saja sudah membuat hati saya tercabik-cabik. Apalagi Lanjutkan membaca 3 Film yang Menginspirasi

Prosedur Pembuatan SKCK untuk Visa Studi ke Luar Negeri

whatsapp-image-2016-09-28-at-01-58-18
sumber : dokumen pribadi

Berhubung kebutuhan mengurus SKCK semakin merapat, saya kepengin sharing nih soal prosedur pembuatan SKCK dari A-Z berdasarkan pengalaman saya kemarin. Pembuatan SKCK saya dimulai pada Agustus 2016. In case kalo kalian bikinnya beberapa tahun dari 2016, mungkin prosedurnya udah beda lagi ya.

Tahap I

Datang ke RT

Sesampainya di tempat RT, langsung saja katakan tujuanmu yaitu minta surat pengantar untuk membuat SKCK untuk Visa Studi. Di sana kamu akan disuruh mengisi sebuah form yang kemudian akan ditandatangani dan distempel oleh RT. Jadi sebaiknya kamu bawa polpen jika kemari. Biar cepat. Oh, serta KTP!

Kalau beruntung, kamu tidak akan dimintai biaya administrasi di sini. Kalau enggak beruntung, saya pernah dimintai biaya Rp. 5000,- untuk surat pengantar pembuatan KTP dulu. Tergantung RT-mu sih.

Tahap II

Datang ke RW

Prosedurnya sama persis seperti ketika kamu datang ke RT.

Tahap III

Datang ke kelurahan

Di sini, surat pengantar dari RT dan RW tadi akan diketik ulang oleh pihak kelurahan dan ditandatangani oleh lurah. Cukup cepat kok… beberapa menit aja. Kecuali kalau lagi antri panjang. Makanya, usahakan pergi ke kelurahannya pagi.

Tahap IV

Datang ke POLSEK

Jam Buka Kepolisian untuk Urus SKCK:

Senin – Kamis 08.00-15.00

Istirahat : 12.00-13.00

Jumat 08.30-15.30

Istirahat 12.00-13.30

Sebetulnya, saya udah browsing soal prosedur pembuatan SKCK. Tapi untuk Lanjutkan membaca Prosedur Pembuatan SKCK untuk Visa Studi ke Luar Negeri

Ada Kesalahan Penulisan Nama Pada Tiket Pesawat? Jangan Panik!

Hari ini adalah hari yang mendebarkan buat saya dan partner in crime saya. Oh, bukan! Bukannya kami mau ijab kabul hari ini! Tenang! HA HA HA

Ceritanya kan kita pulang-pergi dari Turki ke Indonesia dan sebaliknya, itu barengan. Hari ini dia booking tiket buat kita berdua dari Istanbul ke Izmir. Ceritanya panjang banget sampai akhirnya kita memutuskan untuk beli tiket pesawat Pegasus. Maklum, mahasiswa. Di samping jam penerbangan, kita juga harus memperhatikan biayanya. Apalagi, akhir-akhir ini harga tiket pesawat Istanbul-Izmir mahalnya bikin pingsan.

Temen saya bilang, dia harus coba berkali-kali sebelum akhirnya bisa memperoleh tiket Pegasus yang hanya tersisa 5 kursi itu! Setelah beli, dia langsung kirim eticket ke saya melalui whatsapp. Karena buru-buru, ternyata di tiket itu penulisan nama saya SALAH, pemirsa! S-A-L-A-H! 

Oh Tuhan! Dosa saya apa?!!! Lanjutkan membaca Ada Kesalahan Penulisan Nama Pada Tiket Pesawat? Jangan Panik!