Membandingkan Diri dengan Orang Lain

i love myself
dreamerstime.com

Sikap membandingkan diri dengan orang lain, rasanya tidak akan bisa lepas dari hidup kita. Setiap waktu, setiap saat, manusia membutuhkan perbandingkan untuk menilai sesuatu; termasuk dirinya sendiri. Ibaratnya ketika kita membeli barang, pasti akan melakukan perbandingan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian.

Bagi saya, kesuksesan dapat dilihat dari seberapa bermanfaatnya diri bagi orang lain.  Ini semacam pembuktian bahwa kehadiran kita itu penting. Kalau ada tidaknya orang, tidak memberikan perbedaan, artinya tidak berguna dong dalam konteks tertentu itu.

Saya termasuk orang yang cukup sering membandingkan diri dengan patokan usia. Jika saya melihat orang yang cukup sukses di usia saya atau bahkan lebih muda, saya suka sedih ketika berkaca pada diri sendiri. Sayangnya, itu sering saya lakukan. Padahal, membandingkan diri dengan orang lain itu bagusnya supaya kita termotivasi untuk lebih maju. Bukannya merasa kurang percaya diri dan tertekan. Padahal nih ya, yang dilalui setiap orang itu tidak sama. Ini bukan berarti bahwa kita perlu membandingkan diri siapa yang paling menderita hidupnya, terus merasa bahwa diri sendiri menderitanya kebangetan tapi nggak sukses-sukses. Enggak ya… Kamu nggak akan bisa sepenuhnya memahami apa yang sudah dilalui orang lain sebelum kamu jadi diri orang lain tersebut! Sekedar dengar cerita, apalagi. Nggak akan bisa.

Jangan juga membandingkan bahwa orang tertentu itu sangat beruntung, sedangkan kamu dipenuhi kesialan. Continue reading “Membandingkan Diri dengan Orang Lain”

Merindukan Allah

Pernahkah kalian merasakan suatu kehampaan aneh meski kalian telah berada di keramaian? Bukan! Bukan merasa sendiri dalam keramaian. Namun, kehampaan. Sesuatu yang tiba-tiba menghilang. Jika kalian pernah terjepit dalam lemari tua yang sempit, rasanya jauh lebih tidak nyaman dari itu.

Jumat (17/10), saya merasakan hal yang demikian. Menjelang Magrib, ketika saya dan kedua teman saya berada di Konak, Izmir, Turki, menyegerakan diri untuk shalat Ashar karena tak pelak lagi adzan Magrib akan dikumandangkan. Hari itu, mungkin menjadi kesekian kalinya saya shalat di sana. Namun, hari itu merupakan kali pertama saya Continue reading “Merindukan Allah”

Rahasia Illahi

Widih… judul postingan kali ini lumayan horror ya. Tapi, saya tidak berbicara mengenai hadist dan sebagainya. Itu bukan keahlian saya. Daripada salah hadist, sebaiknya saya membicarakan rahasia illahi dalam sisi lainnya, bukan?

Sejenak, marilah saya bercerita mengenai masa SMA saya. Nah lho? Iya, masa SMA. NEM SMP saya kecil. Karena saya menyadari hal itu, saya tidak mendaftar ke SMA yang lumayan subhanAllah di kota saya. Istilahnya, sadar diri. Saya lalu mendaftar di SMA terdekat dari rumah saya, sekitar 3 km saja. Rupanya, NEM saya juga lumayan kecil di sana. Hiks. Saya khawatir sekali saat itu. Jika SMA tersebut saja menolak saya, saya harus sekolah dimana? Masa harus sekolah di Continue reading “Rahasia Illahi”

Keajaiban Bersyukur

profile-8557-keep-calm-and-say-alhamdulillah-9_500
sumber : google

Selamat siang! Kali ini saya akan menulis tentang keajaiban bersyukur. Januari ini begitu luar biasa buat saya. Saya merasa sangat diberkahi oleh Allah. Alhamdulillah.

Perintah Allah SWT untuk bersyukur :

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.“(QS. 2:152)

Allah SWT memberikan balasan bagi orang yang bersyukur :

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

Oleh sebab itu, marilah kita bersyukur. Percayalah bahwa nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita itu sudah sesuai dengan kebutuhan. Allah SWT akan memberikan apa yang kita butuhkan, dan bukan yang kita inginkan. Lagipula, jika di atas langit masih ada langit. Di bawah tanah, tentu saja masih ada tanah. Melihat ke bawah, sekali-kali perlu. Bukan untuk menyombongkan diri. Namun untuk menimbulkan rasa syukur bahwa Allah SWT sangat memberkati kita. Yuk sama-sama berucap, “Alhamdulillah”. 🙂

gambar-kartun-muslimah-berdoa
sumber : google

Jangan lupa untuk selalu shalat 5 waktu, mengaji, dan beramal sholeh. Mendekatkan diri kepada Allah SWT agar memperoleh ridho-Nya. Niscahya, insyaAllah hidup akan selalu damai dan bahagia. Aamiin.

Membicarakan bersyukur, izinkan saya berbagi cerita sedikit. Tahun 2011 lalu, kamera digital saya rusak gara-gara terkena hujan. Waktu itu kami ada tugas yang membutuhkan kamera. Karena mendesak, mendung kami terobos, dan kamera pun rusak terkena percikan hujan biarpun sudah kami lindungi kameranya dengan mantel. Ya sudah. Saya mulanya sedih banget. Bagi saya, kamera digital itu nggak murah. Apalagi gunannya banyak sekali. Buat foto di acara-acara. Apalagi handphone saya waktu itu kameranya tidak terlalu baik. Tapi setelah dipikir-pikir, saya malah makin sebel mengingat rusaknya kamera saya. Saya terpaksa numpang di teman kalau mau foto sesuatu. Tapi yah, saya putuskan untuk mengikhlaskan pelan-pelan.

Saya pikir, alhamdulillah sekali saya diberikan kesempatan untuk memiliki kamera digital sendiri walau hanya sebentar. Setidaknya, hasil foto saya masih tersimpan aman. Nah, sekitar pertengahan 2012, saya dapat kabar luar biasa. Miracle. Saya memenangkan hadiah Handphone BlackBerry Apollo warna hitam dari TELKOMSEL dalam event TELKOMSEL POIN.

bb
sumber : google

Serius. Kameranya pun oke. Apalagi di daerah saya pada waktu itu belum musim orang punya BlackBerry. Jadi, saya bersyukur banget. Alhamdulillah. Allah SWT paling tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya. Lalu, nikmat Tuhan yang manakah yang engkau dustakan?

Keajaiban selanjutnya terjadi di pertengahan tahun 2013. Pada Desember 2012, saya mengikuti sebuah lomba menulis yang diadakan oleh Penerbit Indie. Saya niat banget ikut lomba itu. Saya kerahkan tenaga saya untuk menulis yang terbaik. Benar-benar sudah saya piki matang-matang sebelum dikirm. Dan, saya optimis sekali saat itu.

Naasnya, saya kalah. Bukan hanya tidak menjadi juara, nominasi pun tak dapat. Duh sedihnya. Saya benar-benar down waktu itu. Saya merasa bahwa saya sudah melakukan yang terbaik. Tapi nominasi pun tak dapat. Sekali lagi, saya berpikir bahwa jika saya terus merenungi kekalahan, saya tidak akan bangkit. Jadi, saya mencoba untuk bersyukur. Setidaknya, saya sudah mampu mengalahkan rasa malas saya. Setidaknya, saya sudah mencoba.

Pada suatu hari yang cerah di penghujung 2012, saya tergelitik untuk mengirimkan karya saya yang tidak lolos lomba itu ke Majalah Horison karena kebetulan waktu di sekolah, pembina KIR saya lagi ngomongin Majalah Horison. Alhamdulillah, Juli 2013 lalu, karya saya untuk pertama kali lolos di majalah nasional tersebut. Alhamdulillah.

1. Cerpen Mawar Hitam - Majalah Horison Juli 2013

Jujur, saya suka banget sama Majalah Horison. Selain karena dikasih bukti terbit dan honor, juga dikasih ulasan. Bagus sekali untuk perbaikan supaya menghasilkan karya yang lebih baik di kemudian hari.

Keajaiban selanjutnya?

Banyakkkk…. Nggak akan habis kalau ditulis semuanya.

Yang jelas, saya percaya dan yakin bahwa setiap kali kita bersyukur, Allah SWT akan menambahkan nikmat-Nya kepada kita. Saya buktinya. Saya telah merasakan betapa luar biasanya keajaiban bersyukur. Betapa luar biasanya keagungan Allah SWT!

Nah, jadi yuk bersyukur. 🙂

Gambar kartun anak berdoa
sumber : google